Komsos Ruteng October 9, 2019

“Saya percaya suatu saat nanti orang-orang terbaik di bangsa Indonesia lahir dari banyak yang lagi duduk di tempat ini. Pemimpin-pemimpin besar akan lahir dari tempat ini. Orang-orang yang membawa perubahan akan lahir dari putra-putri daerah, tempat yang luar biasa. Tapi dengar baik. Semua itu bisa hanya jadi mimpi belaka kalau seseorang memutuskan pakai narkoba. Itu sebabnya kita mulai hari ini, mari kita berjanji, nanti ada janji, jangan ada satu pun dari setiap kita yang mau terlibat dalam penyalahgunaan narkotika. Setuju?”

Itulah sebagian dari materi yang disampaikan Yerry Pattinasarany pada Seminar “Orang Muda Peduli Narkoba” di Aula Ranaka Ruteng, Senin (07/10/2019). Anak mantan pemain dan pelatih sepak bola nasional Ronny Pattinasarani itu berbagi informasi tentang peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia dewasa ini. Sekaligus ia mengajak pelajar dan mahasiswa peserta seminar untuk tidak terlibat dalam tindakan kriminal itu.

Yerri menyatakan peredaran dan penyalahgunaan narkoba saat ini lebih dari situasi darurat sebagaimana dikatakan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada suatu kesempatan. Pasalnya, puluhan anak bangsa ini meninggal dunia setiap hari karena kasus narkoba.

“Ini sudah bencana!” tegas dia.

Narasumber Seminar Yerry Pattinasarany bersama Bupati Manggarai Kamilus Deno dan Panitia Seminar “Orang Muda Peduli Narkoba”

Lebih lanjut Yerry menceritakan pengalaman pribadinya terjerumus ke dalam dunia hitam sebagai pemakai dan pengedar narkoba sejak usia remaja. Akibatnya ia mengalami sakit baik secara fisik maupun psikologis. Prestasinya menurun sampai kemudian berpindah-pindah sekolah.

“Ujungnya narkoba, dengar baik-baik, jelas! Pertama, rumah sakit. Kedua, penjara. ketiga, yang pasti yaitu kuburan,” jelas dia.

Yerry bersyukur karena saat ini bisa pulih, meski tidak seluruhnya. Ia tidak mampu mengembalikan waktu pada masa remaja, saat masih duduk di bangku sekolah. Menurut dia, waktu itu sangat berharga untuk digunakan sebaik-baiknya bagi masa depan yang sukses.

“Kalau bisa mesin waktu, saya akan duduk waktu saya sekolah seperti teman-teman di sini. Saya akan simak baik-baik informasi seperti ini karena akan sangat berguna bagi sendiri dan orang-orang di sekitar kita,” ungkap Yerry.

Di sela-sela paparannya tentang dampak-dampak buruk narkoba, cara-cara para sindikat mengedarkan dan menawarkannya, Yerry berulang-ulang mengajak orang-orang muda untuk jangan pernah tergoda untuk memakai narkoba.

“Jangan pernah mau tergoda. Mau kita lagi stress, mau kita penasaran, atau kita dibilang banci. Jangan pernah memutuskan untuk memakai narkoba!” ajak Yerry Pattinasarany.

Seminar setengah hari ditutup dengan pernyataan komitmen orang-orang muda terkait penggunaan dan penyebaran narkotika dan obat-obat terlarang. Pernyataan komitmen yang disebut sebagai “Deklarasi Generasi Peduli Narkoba” itu dipimpin langsung oleh Yerry Pattinasarany sebagai narasumber seminar.