Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat mengunjungi umat terdampak bencana di wilayah-wilayah yang ada di Paroki St. Antonius Padua Ri’i, Bea Mese, pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
KEUSKUPANRUTENG.ORG — Kehadiran Gereja di tengah situasi bencana kembali diwujudkan melalui kunjungan langsung kepada umat yang terdampak gempa bumi. Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, kali ini kembali mengunjungi umat terdampak bencana gempa bumi lima wilayah yang berada dalam Paroki St. Antonius Padua Ri’i, Bea Mese, pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Mgr. Siprianus Hormat didampingi Vikjen Keuskupan Ruteng, RP. Sebastianus Hobahana, SVD, Sekjen Keuskupan Ruteng, RD. Rikardus Moses Jehaut, serta tim Caritas Keuskupan Ruteng. Tidak hanya hadir untuk melihat secara langsung kondisi umat, Uskup Ruteng bersama tim juga membawa bantuan kasih yang didistribusikan langsung kepada umat terdampak.
Uskup Ruteng bersama tim mengunjungi lima wilayah, yakni; wilayah Ringkas, Perak, Rebuk, Teber, dan Weli. Di setiap tempat, bantuan diserahkan secara langsung kepada umat terdampak gempa.

Uskup Ruteng didampingi Vikjen Keuskupan Ruteng, Sekjen Keuskupan Ruteng bersama tim Caritas Keuskupan Ruteng saat mengunjungi umat terdampak di wilayah Paroki St. Antonius Padua Ri’i, Bea Mese, pada Sabtu, 22 Agustus lalu. Bapak Uskup berdoa dan memberkati mereka. (Foto: KOMSOS KR)
Kehadiran Uskup Ruteng, Vikjen Keuskupan Ruteng, Sekjen Keuskupan Ruteng bersama tim Caritas Keuskupan Ruteng, menjadi sebuah sapaan pastoral bagi umat yang tengah berjuang melewati masa sulit di wilayah yang ada di Paroki St. Antonius Padua Ri’i, Bea Mese. Di tengah kondisi yang masih diliputi rasa cemas dan keterbatasan akibat bencana, kunjungan tersebut menghadirkan pesan bahwa Gereja akan selalu berjalan bersama umatnya dalam suka maupun duka. Gereja senantiasa hadir untuk mendengarkan dan menyapa umat dengan kasih.
Guncangan gempa yang begitu keras pada 15 Agustus lalu menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Terdapat puluhan rumah dari umat yang mengalami kerusakan berat. Rumah-rumah yang sebelumnya menjadi tempat berlindung dan berkumpul bersama keluarga kini hanya menyisakan puing-puing kenangan.
Gempa Menyisakan Luka dan Kehilangan

Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat mengunjungi kemah pengungsian, tempat umat yang terluka bernaung. (Foto: KOMSOS KR)
Gempa bumi tidak hanya menyebabkan kerusakan pada bangunan, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan umat di Paroki St. Antonius Padua Ri’i, Bea Mese. Bencana ini menyebabkan korban jiwa dan korban luka.
Dua orang dilaporkan meninggal dunia. Salah seorang korban merupakan seorang anak yang masih duduk di bangku SD. Sementara itu, seorang korban lainnya merupakan orang tua yang meninggal dunia di posko pengungsian. Kehilangan tersebut menjadi luka mendalam bagi umat yang hingga kini masih berada dalam suasana duka dan berjuang untuk memulihkan kehidupan mereka setelah gempa.
Selain korban jiwa, beberapa umat juga mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan ketika gempa terjadi. Kondisi ini semakin memperlihatkan besarnya dampak bencana yang dirasakan para umat di wilayah Paroki St. Antonius Padua Ri’i, Bea Mese.

Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat melihat dan menyapa lebih dekat umat terdampak gempa bumi yang ada di wilayah Paroki St. Antonius Padua Ri’i, Bea Mese. (Foto: KOMSOS KR)
Bagi umat terdampak, kehilangan tempat tinggal, luka fisik, serta kehilangan anggota keluarga menjadi beban yang tidak ringan. Dalam situasi seperti ini, kehadiran orang-orang yang datang untuk menyapa, mendengarkan, dan memberikan bantuan menjadi sangat berarti.
Kunjungan ini sekaligus memperlihatkan semangat Gereja untuk terus bergerak mendekati umat, terutama mereka yang berada di wilayah terdampak bencana. Gereja tidak hanya hadir dalam ruang-ruang ibadah, tetapi juga berada di tengah kehidupan umat ketika mereka menghadapi kesulitan, kehilangan, dan ketidakpastian.

Comments are closed.