Press "Enter" to skip to content

Uskup Ruteng Kunjungi Umat Muslim Nelo, Perkuat Persaudaraan Menjelang Idul Adha 1447 H

KEUSKUPANRUTENG.ORG-Dalam rangka menyongsong Hari Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, bersama Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng, RP Sebastianus Hobahana, Direktur Puspas Keuskupan Ruteng, RD Martin Chen, Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan Ruteng, RD Hironimus Bandur, Pastor Paroki Watu Nggong, RD Martinus Kendo, para imam, serta Komisi JPIC Puspas Keuskupan Ruteng, mengadakan kunjungan kasih ke Masjid Nurul Iman Nelo, Paroki Watu Nggong, Manggarai Timur, pada tanggal 15 Mei 2026. Kunjungan ini sangat istimewa mengingat ini merupakan kunjungan perdana Uskup Ruteng di Masjid Nurul Iman Nelo. “Ini adalah kunjungan pertama saya di tempat ini. Selama ini saya hanya lewat saja. Tapi kali ini saya datang ke tempat ini untuk melihat dan menyapa kalian semua dalam kasih dan persaudaraan”, jelas Mgr. Siprianus.

Pengalungan Uskup Ruteng, Vikjen Keuskupan Ruteng, Direktur Puspas Keuskupan Ruteng oleh umat Muslim. (Foto: KOMSOS KR)

Kunjungan ini diterima dengan antusiasme yang tinggi dari keluarga besar umat Muslim di Nelo. Mereka menerima Bapa Uskup bersama rombongannya dengan pagar betis dari anak-anak SDK dan MIS di Nelo. Kemudian dilanjutkan dengan penerimaan secara adat. “Kami sangat bergembira sekali dengan kehadiran Bapa Uskup di tempat kami ini. Ini momen yang langkah dan tentunya sangat istimewa. Makanya kami membuat acara penerimaan seperti ini.”, kata Arif, seorang anak muda Muslim di Nelo.

Uskup Ruteng dan rombongan diterima secara adat oleh Masyarakat Nelo, Paroki Watunggong. (Foto: KOMSOS KR)

Setelah penerimaan secara adat, Bapa Uskup bersama rombongannya beranjak ke tenda yang sudah disiapkan untuk bertatap muka dengan umat Muslim di sana. Dalam kata sambutan, Imam Masjid Nurul Iman Nelo menjelaskan bahwa mereka sangat senang dengan kehadiran Bapa Uskup dan rombongan di tempat ini. Mereka merasa bahwa mereka tidak sendirian melainkan ada bersama dengan saudara-saudara yang lain. “Tentunya Bapa Uskup, kami sangat bergembira dengan kedatangan Bapa Uskup di tempat kami. Inilah keadaan kami di sini. Kami merasakkan bahwa kedatangan Bapa Uskup membuat kami merasa bahwa kami tidak sendirian tapi kami ada bersama dengan saudara-saudara kami yang lain (katolik)”, katanya.

Imam Masjid Nurul Iman Nelo menyampaikan kata sambutan pada acara tatap muka dengan Bapa Uskup beserta rombongan Puspas Keuskupan Ruteng dan umat Muslim. (Foto: KOMSOS KR)

Lebih lanjut ia juga mengambarkan situasi kehidupan beragama di Nelo bahwa sangat toleran. “Kami semua adalah saudara yang sedarah. Memang kami berbeda dalam keyakinan tapi kami satu dalam kemanuisaan. Kami tidak melihat perbedaan sebagai ancaman tetapi sebagai kekayaan yang dapat mendewasakan kami untuk bisa mengasihi sesama dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Kami tidak pernah konflik karena agama. Kami hidup toleran. Kami memang berbeda tapi kami saudara. Perbedaan di tempat ini bukan menjadi ancaman bagi kami tapi ini adalah kekayaan yang perlu kami lestarikan”, jelasnya.

Kemudian Mgr. Siprianus Hormat diberikan kesempatan untuk membawakan kata sambutan di hadapan umat Muslim. Dalam kata sambutannya, ia menjelaskan tujuan kedatangan di Masjid Nurul Iman Nelo. Ia mengatakan bahwa tujuan kedatangannya ialah mengunjungi saudara-saudara Muslim yang akan merayakan Idul Adha 1447 Hijriah. “Kami datang dengan tujuan mengunjungi saudara-saudari Muslim yang ada di tempat ini yang akan merayakan Idul Adha”, kata Mgr. Siprianus.

Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat ketika menyampaikan kata sambutan dalam rangka kunjungan kasih bagi umat Muslim di Masjid Nurul Iman Nelo. (Foto: KOMSOS KR)

Lebih lanjut Mgr. Siprianus menjelaskan dasar dari kegiatan ini. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini didasari oleh semangat kasih dan persaudaraan seperti yang tertuang dalam motto tahbisan Episkopalnya “Omnia In Caritate” (Lakukanlah Semua Pekerjaan dalam Kasih) dan merupakan bagian dari arah Sinode IV Keuskupan Ruteng sepuluh tahun ke depan yang bertemakan “Berziarah Bersama Dalam Pengharapan: Beriman, Bersaudara, dan Misioner”.

Menurutnya, Kasih yang mempertemukan kita di tempat ini. Kasih yang sama mengikat tali persaudaraan di antara kita. Kasih yang membuat perbedaan menjadi kekayaan yang harus disyukuri. “Kehadiran kami di tempat ini adalah ungkap kasih dan persaudaraan terhadap umat Islam di tempat ini. Sesuai dengan motto tahbisan Episkopal saya “Omnia In Caritate” dan sesuai dengan tema Sinode IV Keuskupan Ruteng yaitu: “Berziarah Bersama dalam Pengharapan: Beriman, Bersaudara, dan Misioner.” kata Mgr. Siprianus.

Momen Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat membagikan sumbangan kasih kepada umat Muslim. (Foto: KOMSOS KR)

Di akhir kata sambutannya, Ia menyerahkan sumbangan kepada umat Muslim berupa sembako dan hewan kurban. “Kami memiliki bingkisan kecil untuk umat sekalian di tempat ini. Kami sangat senang karena kami diterima di tempat ini dengan sangat baik. Kami juga berterima kasih karena kami boleh mengambil bagian dalam merayakan Idul Adha 1447 Hijriah dengan membagi sembako dan hewan korban”, jelasnya.

Umat Muslim sangat berterima kasih kepada Mgr. Siprianus, Pater Vikjen, para Imam dan team Puspas Keuskupan Ruteng yang telah datang mengunjungi mereka dan memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi mereka. “saya sangat terharu dengan kedatangan Bapa Uskup dan rombongan di tempat kami ini. Ini pengalaman perjumpaan yang sangat istimewa dalam hidup saya. Terima kasih juga untuk sumbangannya Bapa Uskup”, jelas Arif-Seorang Muslim yang menerima sumbangan dari Bapa Uskup.

Sukacita umat Muslim ketika Uskup Ruteng bersama para Imam dan rombongan hadir di Masjid Nurul Iman Nelo, Watunggong. (Foto: KOMSOS KR)

Pada saat sesi wawancara, seorang ibu Muslim menangis terharu dengan peristiwa kunjungan Bapa Uskup hari ini. Ia tidak pernah menyangka Mgr. Siprianus bisa ada di Nelo bersama umat Muslim dan memberikan sumbangan. “Saya sangat senang dan bangga dengan Bapa Uskup karena bisa datang mengunjungi kami di tempat ini dan memberikan sumbangan. Terima kasih untuk kebaikannya Bapa Uskup” katanya.

Setelah penyerahan sumbangan itu, Mgr. Siprianus bersama rombongan berpamitan dengan seluruh umat Muslim dan kembali ke Ruteng.

Penulis: Fr. Vayan Yanuarius

Comments are closed.