Ino Sengkang February 13, 2019

Memasuki Tahun Pelaýanan 2019, Paroki Khabar Gembira Waerana-Kevikepan Borong Keuskupan Ruteng melaksanakan rapat pleno Dewan Pastoral Paroki (DPP) di Aula Paroki, Minggu (10/02/ 2019). Dua agenda utama pada rapat yaitu evaluasi pelaksanaan program seksi-seksi DPP, wilayah dan stasi tahun anggaran 2018 serta penyusunan program kerja tahun anggaran 2019-2020.Pertemuan dihadiri Rm. Wihelmus Mut Mungkur Pr selaku pastor paroki, Dewan Pastoral Paroki (DPP), Ketua Wilayah dan anggota, Ketua stasi, Ketua Komunitas Basis Gereja (KBG), Suster CIJ dan Orang Muda Katolik (OMK).

Rapat dibuka oleh Ketua DPP Ignasius Dequirino. Di awal sambutanya, Ia mengutip refrein lagu tahun pelayanan 2019 demikian,

”Tingkatkan Karya serta Karsa Membangun Dunia, walaupun rintangan menghadang di jalan, Majulah terus kita kan menang, jangan Bimbang. Refrein lagu ini sungguh bermakna bagi kita, di mana di tempat yang sama ini juga menjadi saksi bagi kita menyusun program tahunan dan kita telah melaksanakan,” Tandasnya.

Ignasius juga mengapresiasi kerja sama semua seksi dewan inti, dewan keuangan, dewan penasihat serta semua ketua strasi, KBG. Ketua wilayah, KBG dan semua umat yang hadir.

“Saya berterimakasih kepada angota dewan pastoral paroki, ketua stasi dan anggota, ketua wilayah, KBG serta semua umat yang telah bekerja sama menyukseskan program persekutuan (Koinonia) tahun 2018. Kini kita memasuki tahun pelayanan (Diakonia) tentu tetap diharapkan kerja sama dari semua seksi dan semua pihak agar tahun pelayanan kasih berjalan baik,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Pastor Paroki Rm. Wihelmus Mut Mungkur Pr mengungkap berbagai kemajuan yang telah dilaksanakan selama Tahun Persekutuan 2018. Perubahan serta kemajuan sangat baik antara lain adanya pembentukan dan penguatan atau restrukturisasi pengurus KBG, pertemuan bersama setiap malam minggu untuk berdoa sekaligus sekaligus pengumpulan dana Iuran Gereja Mandiri.

“Di tahun persekutuan ini umat Allah di paroki Waerana Kembali mengalami dan menghayati persekutuan serta persaudaraan dalam hidup bersama di dalam Gereja dan di tengah masyarakat. Yang sangat nampak pula ada persekutuan sehati sejiwa dari setiap KBG di dalam tanggungan liturgi di Gereja, baik hari Raya maupun hari minggu biasa dengan paduan suara/koor yang selalu tampil meriah, “ ungkap Romo Mus.

Lebih lanjut, Romo Mus mengajak seluruh umat terutama para agen pastoral untuk bergiat dalam aneka program dan kegiatan pada Tahun Pelayanan 2019.

“Diakonia bukan lagi hanya tugas para diakon, melainkan tugas seluruh wilayah Gereja, karena diakonia adalah tugas seluruh Gereja menyeluruh selaku Tubuh Kristus. Diakonià bukan hanya ditunjukkan kepada sesama anggota gereja saja tetapi juga kepada umat kepercayaan lain bahkan sampai kepada seluruh ciptaan termasuk melestarikan lingkungan hidup,” pungkasnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*