Rm. Ardus Tanis October 4, 2017
Tahbisan imam di paroki mano, Rabu (04/10/2017)

 

Uskup Ruteng Mgr Hubertus Leteng mentahbiskan lima imam diosisan Keuskupan Ruteng di Paroki St. Paulus Mano Keuskupan Ruteng, Rabu (04/10/2017). Kelima imam baru itu adalah Yohanes Patrisius Suryadi, Marselinus Nono, Ferdinandus Suhardin, Benyamin Malung, dan Richardus Pangkur.

Perayaan pentahbisan yang bertepatan dengan Pesta St. Fransiskus Asisi ini dihadiri 40-an imam, umat se Paroki Mano, keluarga imam baru, biarawan – biarawati, dan tokoh pemrintahan setempat.

Dalam homili, homili Mgr Hubert menekankan nilai rahmat imamat yang diterima seorag imam. Rahmat imamat itu berasal dari Allah sendiri yang membuat imam mengambil bagian dalam karya Kristus.

“Seorang imam yang ditahbiskan tentu tidak berubah secara fisik. Akan tetapi ia mengalami rahmat dari Allah sehingga ia dapat berkarya seperti Kristus sendiri, in persona Christi.” jelas Mgr. Hubert.

Uskup Ruteng itu mengingatkan tugas imamat yang tidak mudah. Akan tetapi jika mereka setia untuk selalu dekat pada Tuhan, tantangan dan kesulitan apa pun bisa dilewati dengan baik. Ini bertolak dari Sabda Tuhan seperti dicatat penginjil Matius yang mengajak para murid untuk memikul kuk yang dipasang Tuhan dan belajar pada Tuhan (Matius 11:29a) Oleh karena itu, ia para imam diharapkan tetap rendah hati dan bersukacita dalam pelayanan.

“Menjadi seorang pemimpin dalam gereja dan masyarakat. Ia harus menampakkan wajah yang selalu tersenyum, bukan sebaliknya suka merengut,” tegas Uskup Hubert.

Pastor Paroki St. Paulus Mano Rm. Dedi Saldi, mengaku sangat senang atas terpilihnya Paroki Mano sebagai tempat upacara pentahbisan. Perayaan seperti ini merupakan pengalaman istimewa yang membangkitkan iman dan khususnya panggilan di paroki itu.

“Ini upacara pentahbisan yang ke-4 di Paroki itu. Sebelumnya, 29 Juni 2017, dua imam baru kongregasi SMM ditahbiskan di Paroki St. Paulus itu,” kata Rm. Dedi.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*