Keuskupan Ruteng menyelenggarakan Sinode IV Keuskupan Ruteng dengan tema “Berziarah Bersama dalam Pengharapan: Beriman, Bersaudara, dan Misioner.” Sinode ini menjadi momentum penting bagi Gereja Keuskupan Ruteng untuk menatap masa depan dengan iman dan kepercayaan, sambil tetap berpijak pada realitas konkret kehidupan umat dan masyarakat di Manggarai Raya dewasa ini. Tema Sinode IV menegaskan sikap dasar Gereja yang berpengharapan, yakni sikap iman yang tidak mengabaikan tantangan sosial, ekonomi, budaya, dan ekologis, tetapi justru menghadapinya dengan keberanian, kreativitas, dan semangat Injil.
Makna tema tersebut dijabarkan dalam tiga kata kunci:
- Beriman, yang merujuk pada relasi yang intim dan mesra dengan Allah, iman yang hidup dan holistik, yang menjamah seluruh aspek kehidupan umat.
- Bersaudara, yang menekankan relasi kasih yang solid di antara Umat Allah, secara khusus dalam kesetiakawanan dengan mereka yang lemah dan rentan, serta dalam semangat persaudaraan yang diperkaya oleh kearifan budaya lokal.
- Misioner, yang menggarisbawahi kesaksian hidup Gereja yang aktif dan kreatif di tengah dunia—keluar dari zona nyaman—untuk mewartakan cinta dan kebaikan Allah bagi sesama manusia dan bagi ibu bumi, rumah bersama.
Dalam tema dan semangat ini, Sinode IV menjadi ruang discernment pastoral, untuk memelihara dan mengembangkan kekuatan-kekuatan pastoral yang telah ada, sekaligus menanggapi secara kreatif tantangan-tantangan baru yang dihadapi umat dan Gereja dewasa ini.

Tujuan Sinode IV
Sinode IV Keuskupan Ruteng bertujuan untuk:
- Merumuskan deskripsi perubahan kehidupan Umat Allah yang beriman utuh, dinamis, dan transformatif (outcome pastoral).
- Merumuskan deskripsi pelaksanaan program pastoral dalam mewujudkan visi Umat Allah yang beriman utuh, dinamis, dan transformatif (output pastoral).
- Menyusun desain rencana strategis pastoral Sinode IV yang beriman, bersaudara, dan misioner dalam lingkaran sepuluh tahun program pastoral 2027–2036.
Proses dan Metode: 3M
Sinode IV dilaksanakan dengan metode 3M:
Melihat (menganalisis) realitas melalui katekese umat (Adven dan APP), evaluasi kuantitatif dan kualitatif (kuesioner, FGD, wawancara, studi dokumen lima bidang pastoral), masukan para pakar, serta sharing dinamika kehidupan Gereja dan sosial;
Menilai (menimbang) dengan inspirasi Sabda Allah, Tradisi dan Ajaran Sosial Gereja, serta refleksi antropologis, sosial, kultural, dan ekologis;
dan Memutuskan, melalui penetapan arah dasar pastoral, desain program, serta strategi dan metode pastoral yang transformatif. Seluruh proses ini dijalani dalam semangat discernment, dituntun oleh Roh Kudus melalui refleksi, jeda meditatif, dan sikap saling mendengarkan.

Tahapan Pelaksanaan
Persiapan Sinode IV dilaksanakan pada Mei–Desember 2025, mencakup diskusi Kuria dan Pusat Pastoral, pembentukan panitia dan tim peneliti, penyusunan Grand Design dan Linea Menta Sinode IV, serta katekese persiapan pada masa Adven dan Prapaskah.
Pelaksanaan Sinode IV berlangsung sepanjang tahun 2026, dengan tahapan sebagai berikut:
- Sesi I: 5–8 Januari 2026 di Wae Lengkas, Ruteng, dengan fokus pada Evaluasi Sinode III, Penegasan Tema, Arah, dan Proses Sinode IV.
Pada sesi pembukaan ini hadir Yanuar Nugroho, PhD, Deputi II Kantor Kepresidenan RI (2014–2019) dan pakar Bappenas, yang menyampaikan refleksi tentang potret sosial bangsa Indonesia dewasa ini. - FGD Kevikepan: 9–13 Februari 2026
- Sesi II: 13–17 April 2026 (Pewartaan, Pengudusan, dan Persekutuan Umat)
- Sesi III: 1–5 Juni 2026 (Diakonia)
- Sesi IV: 27–31 Juli 2026 (Personalia dan Tata Kelola Pastoral)
- Perayaan Puncak Sinode (Misa): 2 Agustus 2026
Evaluasi dan perencanaan implementasi dilakukan pada Agustus–Desember 2026, termasuk dokumentasi hasil Sinode IV dan penyusunan program implementasi tahun pertama (2027).

Peserta
Peserta Sinode IV terdiri dari para Pastor Paroki dan Ketua Dewan Paroki dari 61 paroki di Keuskupan Ruteng, serta utusan dan perwakilan pemerintah, kelompok religius, komunitas gerejawi, dan kelompok-kelompok sosial.
Melalui Sinode IV ini, Keuskupan Ruteng meneguhkan diri sebagai Umat Allah yang berziarah bersama dalam pengharapan—beriman teguh, bersaudara dalam kasih, dan misioner dalam kesaksian hidup bagi Gereja, masyarakat, dan seluruh ciptaan.

Comments are closed.