Florianus Apung August 18, 2019

Komunitas Seminari Pius XII Kisol menggelar malam renungan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 pada tanggal 16 Agustus 2019. Kegiatan tersebut diadakan di aula Seminari Pius XII Kisol dan dimulai tepat pukul 20.00 WITA. Dalam kegiatan itu, para seminaris, yaitu siswa-siswa SMP mengajak segenap anggota komunitas Sanpio untuk merenungkan makna kemerdekaan RI dengan menampilkan sebuah teater dan drama singkat yang bertajuk “Ole Yo Ae”. Teater dan drama singkat itu diiringi dengan suara emas para seminaris yang menyuguhkan beberapa lagu perjuangan.

Melalui teater dan drama singkat yang berdurasi selama 45 menit tersebut, para seminaris merangkai pesan kemerdekaan dengan kisah sepasang sahabat yang mendambakan pembebasan dari situasi kemiskinan melalui pendidikan. Adanya suasana kebebasan, persaudaraan, dan perdamaian yang adalah situasi ideal kemerdekaan hanya dapat dicapai melalui usaha dan kerja keras. Dalam drama dan teater yang mereka pentaskan, para seminaris menunjukkan bahwa usaha dan kerja keras itu antara lain dapat dilakukan dengan memanfaatkan pendidikan atau sekolah sebagai sarana utama memajukan peradaban bangsa.

Pertunjukkan teater dan drama yang disutradarai oleh Fr. Paping Dahemat ini sukses membuat segenap penonton berdecak kagum. Selain karena kepiawaian para seminaris dalam berakting, para seminaris yang masih berusia belia berani menyuarakan bahwa kemiskinan bukanlah hambatan untuk meraih impian di era kemerdekaan. Kemiskinan justru dapat disiasati dengan usaha belajar yang sungguh-sungguh. Singkatnya, teater dan drama singkat ini memberi harapan pada bangsa Indonesia bahwa kemerdekaan perlu diisi dengan kerja keras. Dan pendidikan adalah salah satu medan perjuangan untuk merealisasikan kerja keras itu. Selain disaksikan oleh anggota komunitas Sanpio, yaitu para pembina, guru, dan seminaris, beberapa warga yang berdomisili di sekitar kompleks seminari juga menyempatkan diri untuk hadir menikmati suguhan para seminaris. (Fr. Elik)