Komsos Ruteng June 23, 2019

Konferensi Sekolah-Sekolah Katolik Flores dan Lembata di Labuan Bajo resmi ditutup pada Sabtu (23/06/2019) malam. Acara penutupan ini diisi dengan sambutan-sambutan, pembacaan rangkuman hasil sidang, dan pembentukan team kerja.

Rangkuman hasil sidang selama Konferensi tiga hari itu dibacakan oleh koordinator team pengarah sidang yang juga ketua Presidium Majelis Nasional Pendidikan Katolik P Darmin Mbula OFM. Rangkuman itu berisi antara lain sejumlah masalah dan tantangan yang sedang dihadapi oleh lembaga-lembaga persekolahan katolik Flores dan Lembata, serta rekomendasi bagi pihak yang terkait. Disebutkan pihak-pihak itu antara lain meliputi pemilik atau yayasan, pengelola sekolah, dan pemerintah.

Konferensi Sekolah-Sekolah Katolik Flores dan Lembata juga memutuskan pembentukan team kerja yang secara khusus mengoordinasi pelaksanaan rekomendasi-rekomendasi. Proses pemilihan berlangsung lancar dan menghasilkan team kerja yaitu Bernardus Beda Keda (Flores Timur) sebagai ketua, Kosmas Takung (Manggarai) sebagai wakil ketua I, Markus Robby P. Keupung (Sikka) sebagai wakil ketua II, dan Kristoforus Jo Wea (Nagekeo) sebagai wakil ketua III.

Setiap anggota team kerja ini, seperti disebut dalam rangkuman hasil sidang, menangani bidang-bidang tertentu dan dalam pelaksanaan tugas, mereka akan berkoordinasi dengan Majelis Pendidikan Katolik (MPK) Regio Nusa Tenggara dan keuskupan-keuskupan di Flores dan Lembata. Team juga akan membangun komunikasi dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan rekomendasi konferensi serta mengoordinasi pelaksanaan konferensi lanjutan.

Konferensi Pertama yang Membanggakan

Konferensi Sekokah-Sekolah Katolik Flores dan Lembata di Labuan Bajo merupakan yang pertama kali diadakan. Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini membanggakan tuan rumah. Ketua Majelis Pendidikan Keuskupan Ruteng Rm Edi Menory Pr mengungkapkan itu dalam sambutan pada penutupan Konferensi Sekolah-Sekolah Katolik Flores dan Lembata di Hotel Green Prundi Labuan Bajo, Sabtu (23/06/2019) malam.

Sebagai kegiatan yang baru kali pertama akan diadakan, kata Romo Edi, ada kegelisahan tentang kehadiran peserta dan proses persidangan. Tetapi ternyata ini mendapat tanggapan dari seluruh pemangku kepentingan yang diundang. Ada yang hadir, lainnya mengirim utusan.

“Terima kasih kepada seluruh peserta yang dengan setia dan semangat berpartisipasi dalam kegiatan,” ucap Romo Edi Menory.

Romo Edi Menory juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras untuk kelancaran kegiatan selama tiga hari itu. Panitia lokal konferensi ini melibatkan kevikepan Labuan Bajo, Paroki Roh Kudus Labuan Bajo dan Kepolisian Resort Manggarai Barat.