Komsos Ruteng July 9, 2019

OMK Keuskupan Ruteng diharapkan bukan menjadi objek melainkan subjek dalam karya pastoral Gereja. Hal ini disampaikan oleh Romo Martin Chen, Pr di hadapan 400 Orang Muda Katolik Keuskupan Ruteng yang mengikuti Diakonia Youth Camp di St Klaus Kuwu pada tanggal 7-10 Juli 2019.

Dalam pemaparannya, Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Ruteng tersebut menilai selama ini OMK hanya menjadi objek kegiatan pastoral Gereja tanpa dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan di tingkat paroki. Hal ini menyebabkan banyak kaum muda tidak terlibat secara militan dalam karya pastoral di paroki.

Dengan mengambil inspirasi dari pernyataan Paus Fransiskus tentang orang muda, pastor kelahiran Labuan Bajo ini mengharapkan OMK menjadi generasi masa kini Gereja yang terlibat secara militan dalam karya pastoral Gereja.

Salah seorang Peserta dari Paroki St. Antonius Padua Mbeling, Sonya Alkorisna, menyatakan sepakat dengan pernyataan Romo Chen. Menurut Sonya, keterlibatan OMK secara aktif sebagai subjek akan meningkatkan rasa tanggung jawab mereka dalam kegiatan pastoral di paroki.

Diakonia Youth Camp merupakan kegiatan Training Of Trainers (TOT) yang diselenggarakan oleh Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng dalam rangka mengisi tahun pelayanan 2019. Sebanyak 400 orang muda dari 63 paroki ikut dalam kegiatan selama tiga hari itu.

Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng Rm Beny Denar menyatakan, sasaran dari kegiatan ini yaitu munculnya para penggerak OMK paroki yang memiliki kapabilitas dan komitmen dalam karya pastoral orang muda di paroki-paroki dalam wilayah Keuskupan Ruteng.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta dibagi ke dalam dua belas kelas kreativitas, antara lain pertanian organik, musik, koor, dramatisasi Kitab Suci, Youtube, Youcat, Kewirausahaan, Menari, Teater, Fotografi, Public Speaking dan Reportase Pastoral. (Penulis: Yuliana Mimut, dkk/ Kelas Reportase Youth Camp Keuskupan Ruteng 2019)