Komsos Ruteng July 12, 2019

Panggilan kemuridan orang kristen selalu disertai dengan perutusan. Dan sejalan dengan fokus karya pastoral Keuskupan Ruteng pada 2019, orang-orang muda katolik dipanggil antara lain untuk melayani. Demikian Sekretaris Jenderal Keuskupan Ruteng Rm Manfred Habur Pr dalam kotbahnya pada Misa Pembuka Youth Camp Keuskupan Ruteng di Aula SMP – SMA St. Klaus Kuwu, Minggu (07/07/2019).

Berbicara tentang panggilan, Romo Manfred menegaskan tidak ada orang yang dipanggil untuk dirinya sendiri. Panggilan kristiani merupakan panggilan kemuridan dan selalu disertai dengan perutusan. Dalam seruan-seruan atau himbauan Paus, ini sering diungkap dengan “kemuridan yang misioner”.

“Tidak orang dipanggil untuk dirinya sendiri. Setiap orang dipanggil untuk diutus kepada semua orang, kepada dunia. Dan kita semua sebagai orang Kristen berkewajiban untuk menerima dan melaksanakan peritah perutusan ini dalam kehidupan kita,” kata Rm Manfred di depan 400 orang muda peserta Youth Camp.

Lebih lanjut, Romo Manfred menjelaskan bagaimana perutusan dinyatakan dalam konteks Keuskupan Ruteng. Sejalan dengan fokus karya pastoral pada 2019, orang-orang Kristen dipanggil untuk melayani. Pelayanan, kata dia, tidak hanya pada perayaan-perayaan liturgi atau seputar urusan gereja. Lebih dari itu, pelayanan dilakukan pada setiap aktivitas hidup serhari-hari.

“Tidak benar pelayanan gereja hanya jadi pemimpin koor, bawa mazmur, baca Kitab Suci, jadi Imam atau bruder dan suster. Pelayan kristiani adalah semua tugas karya kita sehari-hari. Itulah diakonia. Kata Yesus, semua yang kamu lakukan dalam namaku, kamu melakukannya untuk Tuhan. Itulah pelayananmu, dengan itu kamu memuliakan Tuhan,” jelas Sekjen Keuskupan Ruteng Rm. Manfred.