Rm. Ardus Tanis June 21, 2019

Sejak awal karya misi di Flores dan Lembata, Gereja Katolik telah memberi perhatian yang besar pada karya di bidang pendidikan. Semangat para misionaris itu nyata dalam pendirian berbagai pusat pendidikan dan pelatihan serta pengembangan kurikulum pembinaan yang tidak hanya menekankan keterampilan dan pengetahuan tetapi juga karakter dan iman kristiani.

Inilah yang dibahas oleh Rm Eduardus Jebarus Pr dalam makalah berjulud Tadisi Pendidikan Katolik Flores – Lembata pada kesempatan Konferensi Sekolah-Sekolah Katolik Flores-Lembata pada hari kedua di Labuan Bajo (21/06/2019).

Romo Edu menyatakan, mendirikan sekolah dan mengelolanya telah merupakan bagian dari tugas perutusan Gereja untuk mewartakan Injil dan Kerajaan Allah bagi semua bangsa. Karena itu, tidak heran jika pada setiap periode misi di wilayah ini, karya pendidikan dan sekolah merupakan salah satu pekerjaan penting, dan merupakan bagian dari karya awal.

ÔÇťAdapun untuk melaksanakan perintah Pendirinya yang ilahi, yakni mewartakan misteri keselamatan kepada semua orang dan membaharui segalanya dalam Kristus, Bunda Gereja yang kudus wajib memelihara perihidup manusia seutuhnya, juga di dunia ini, sejauh berhubungan dengan panggilan ilahi. Maka Gereja berperan serta dalam pengembangan dan perluasan pendidikan,” jelas Romo Edu mengutip Dokumen Gravissimus Educationis.

Tidak berjalan sendiri, sejarah perkembangan pendidikan di Flores dan Lembata juga ditandai dengan kerja sama Gereja dan pemerintah. Pemerintah, baik pemerintah Belanda di waktu lampau maupun pemerintah RI, pernah memberikan kesempatan kepada sekolah-sekolah Katolik (Yayasan Katolik) untuk menyusun kurikulum.

Oleh karena itu, dikenal beberapa kurikulum, seperti Kurikulum Chris Manuhutu tahun 1947, Kurikulum Swinkels tahun 1952, dan Inovasi Kerakyatan Lame Uran tahun 1955. Di dalam kurikulum-kurikulum tersebut tampak sangat jelas tradisi kekatolikan yang menekankan aspek pastoral. Sejalan dengan itu, pada tahun 1957 pastoral sekolah ditetapkan dalam bentuk Manuale Pastorale oleh hierarki Gereja di wilayah Flores-Lembata pada masa itu.

Materi lain yang dipaparkan Rm. Edu dalam makalahnya ini antara lain pentingnya perhatian terhadap guru, pengawasan pendidikan, pembenahan intern sekolah katolik, dan bagaimana membangun hubungan kerja sama dengan pemerintah dalam kaitannya dengan lintasan sejarah dan tradisi pendidikan Katolik di Flores dan Lembata pada masa lalu.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*