KEUSKUPANRUTENG.ORG – Kevikepan Ruteng dan Reo mengadakan Sidang Monitoring dan Evaluasi (Monev) tahap 3 (terakhir) Tahun Ekaristi Transformatif 2025. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, Selasa-Rabu, 18-19 November 2025 untuk 25 paroki yang ada di Kevikepan Ruteng bertempat di Rumah Kevikepan di Kuwu, dan 17 paroki sekevikepan Reo bertempat di Rumah Kevikepan Reo pada Kamis-Jumat, 20-21 November 2025. Sidang dibuka dengan Rekoleksi dan Misa.
Pada sidang tersebut paroki-paroki melaporkan progress implementasi Tahun Pastoral Ekaristi Transformatif melalui presentasi video berdurasi pendek (7-10 menit) tentang dampak dari semua program yang ada di setiap paroki dan juga laporan monitoring tertulis. Di Rumah Kevikepan Ruteng hadir Direktur Pusat Pastoral (PUSPAS) RD Martin Chen, Vikep Ruteng RD Dyonysius Osharjo, dan sejumlah Ketua Komisi PUSPAS. seluruh Pastor Paroki, Vikaris Parokial, Ketua Pelaksana DPP dan DKP dari 25 paroki hadir.
Pada monitoring tersebut, Vikep Ruteng RD Osharjo mengatakan berbagai program dan kegiatan yang ada di paroki-paroki selama Tahun Ekaristi Transformatif telah dipresentasikan dengan baik dan menarik. “Menarik karena kegiatan yang ada di paroki-paroki tidak hanya di ruang-ruang doa, tapi juga di tengah kehidupan konkrit umat. Semua itu menggambarkan wajah Gereja kita, wajah keuskupan kita. Wajah Gereja yang ‘pergi ke luar’ dan Gereja dengan pintu-pintu terbuka di mana umat sangat merasakan kehadiran Gereja dalam kehidupan konkrit mereka,” ucap RD Os.

Vikep Ruteng RD Dyonysius Osharjo saat menyampaikan sambutan dalam Sidang Monitoring dan Evaluasi (Monev) III Kevikepan Ruteng di Rumah Kevikepan – Kuwu, Rabu, 19 November 2025. (Foto : KOMSOS KR)
Di Rumah Kevikepan Reo, Rapat Monitoring dihadiri juga oleh RD Martin Chen, Ketua Komisi Liturgi RD Andi Jeramat, dan RD Thomas Julivadistanto. Ada juga Pastor Paroki Reo RD Mansuetus Hariman serta para Pastor Paroki, Vikaris Parokial, DPP dan DKP dari 17 paroki sekevikepan Reo. Semua paroki, melalui tayangan audio-visual juga memperlihatkan berbagai dampak program yang dirasakan umat selama setahun terakhir.
Menuju Sinode IV
Direktur PUSPAS, RD Martin Chen pada sesi Input Akhir pada sidang monitoring di kedua kevikepan, ini memuji pewartaaan digital yang ditunjukkan melalui video-video presentasi dari semua paroki. “Evaluasi kita lakukan untuk melihat dampak atau hasil dari berbagai program yang telah dibuat selama setahun ini. Perubahan-perubahan yang terjadi akibat program-program itu yang kita telah dengarkan bersama melalui sharing dari paroki-paroki, bagaimana mereka merasakan dan mengalami pelbagai gerakan roh dalam kehidupan paroki,” kata RD Martin.
Melalui berbagai program yang telah dilakukan di paroki-paroki, lanjut RD Martin Chen, kita semakin menemukan ciri Gereja yakni sinodal atau berjalan bersama (communio). Dalam berjalan bersama, ini yang pertama-tama adalah membiarkan Roh Tuhan yang berbicara, dan setiap orang bicara dan yang lain mendengarkan (berdiskusi). “Kita terus berjalan bersama sebagai umat Allah dalam sinode III dan akan memasuki Sinode IV pada tahun 2026 mendatang,” ucapnya.

Suasana saat pelaksanaan Sidang Monev III Tahun Pastoral Ekaristi Transformatif sekevikepan Ruteng yang dilaksanakan di Rumah Kevikepan di Kuwu, Selasa-Rabu, 18-19 November 2025. (Foto : KOMSOS KR)
Sinode, RD Martin melanjutkan, secara harafiah berarti ‘berjalan bersama di satu jalan yang sama’ dan dalam tradisi Gereja dimaksud sebagai suatu proses mendengarkan, berdialog, dan menemukan kehendak Allah secara bersama sebagai satu umat Allah. “Sinodalitas adalah cara Gereja hidup dan berkarya. Dalam semangat sinodalitas, umat beriman, para pelayan tahbisan, dan para religius mendengarkan satu sama lain, membaca tanda-tanda zaman, dan berjalan bersama menuju kepenuhan Kerajaan Allah,” ungkap RD Martin.
Kepada semua peserta Sidang Monev III, RD Martin mengatakan PUSPAS telah menyusun timeline Sinode IV 2026 yang dibagi menjadi 3 bagian yakni Tahap Persiapan Sinode (Mei-Desember 2025) diidi kegiatan diskusi Kuria dan PUSPAS tentang persiapan Sinode IV, penetapan panitia dan tim peneliti, persiapan grand design dan Lincamenta Sinode IV, pengumpulan data dari angket umat dan FGD serta mengadakan Katekese Umat Sinode IV selama masa Adven.

Sidang Monitoring dan Evaluasi III Tahun Pastoral Ekaristi Transformatif yang dilaksanakan di Rumah Kevikepan Reo, Kamis-Jumat, 20-21 November 2025. Tampak Ketua Komisi Liturgi RD Andi Jeramat sedang menyampaikan presentasinya. (Foto : KOMSOS KR)
Sinode IV akan dilaksanakan dari Januari-Desember 2026 dan dibagi dalam 5 sesi, masing-masingnya, Sesi I (5-9 Januari 2026) berupa Evaluasi Hasil Sinode III, Arah dan Proses Sinode IV serta Tata Kelola Pastoral Sistematis Kredibel. Sesi II (9-13 Februari 2026) Pewartaan dan Pengudusan, Sesi III (13-17 April 2026) Diakonia Transformatif 1, Sesi IV (1-5 Juni 2026) Diakonia Transformatif 2, dan Sesi V (27-31 Juli 2026) Persekutuan Umat Dinamis.
Dijadwalkan pada 2 Agustus 2026 akan dilaksanakan Perayaan Puncak Ekaristi di Gereja Katedral Ruteng. Sedangkan Dokumentasi, Evaluasi dan Perencanaan Implementasi Sinode IV dibagi dalam 2 bagian, pada September-Oktober 2026 Dokumentasi dan Evaluasi Sinode IV dan pada Bulan November- Desember 2026 Persiapan Tahun Implementasi Sinode IV yang akan berlangsung selama dari tahun 2027 sampai 2036.

Comments are closed.