Komsos Ruteng July 1, 2019

Camping Anak dan Orangtua Keuskupan Ruteng di Rumah Ret-Ret Putri Karmel Waelengkas hari ini, Sabtu (29/06/2019) sore. Dua acara utama pada hari pertama yaitu rekoleksi dan misa pembuka.

Direktur Puspas Rm Martin Chen Pr memandu rekoleksi yang berlangsung di luar gedung yaitu halaman rumah ret-ret. Lewat lagu, bacaan dari Kitab Suci, doa dan renungan, ia mengajak para peserta yang duduk di rerumputan untuk menikmati keindahan alam.

Kemudian direktur Puspas itu mengantar para peserta pada kesadaran akan Tuhan, Sang Pencipta dan Penyelenggara kehidupan. Pada bagian ini, kisah penciptaan dibacakan dari Kitab Kejadian disertai dengan adegan penyalaan tujuh obor yang letaknya di tengah-tengah halaman.

Peserta camping anak dan orantua saat rekoleksi

Permenungan dalam rekoleksi juga mengajak para peserta untuk memelihara alam lingkungan. Sikap dan tindakan yang merusak alam perlu dijauhi seperti membuang sampah sembarangan, tidak menghemat listrik dan air. Ini perlu supaya keindahan alam dan harmoni kehidupan tetap lestari.

Usai rekoleksi, anak-anak dan orangtua peserta camping diarahkan ke gedung aula untuk mengikuti perayaan Ekaristi. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Keuskupan Ruteng Rm Manfred Habur memimpin perayaan itu bersama Direktur Diosisan Karya Kepausan Indonesia (Dirdios KKI) Keuskupan Ruteng Rm Servulus Juanda Pr dan Ketua Komisi Keluarga Keuskupan Ruteng P Frumens SMM.

Rm Manfred Habur Pr membawakan kotbah pada misa Pebuka camping

Dalam kotbahnya, Romo Manfred menghubungkan pelayanan sebagai tema camping dengan dengan panggilan Rasul Petrus dan Paulus yang pestanya dirayakan hari itu. Rasul Petrus berasal dari keluarga sederhana di Galilea. Sedangkan Paulus, ia didiik dalam lingkungan keluarga kaya di kota Yerusalem. Akan tetapi keduanya Tuhan panggil untuk melayani.

“Jadi Tuhan memilih siapa saja untuk melayani Di dalam Gereja. Tidak perduli dari kota atau kampung,” kata Rm Manfred Pr.

Peserta Melebihi Target

Camping anak dan orangtua di waelengkas, 29 Juni – 2 Juli 2019, dilaksanakan atas kerja sama Keuskupan Ruteng dan Wahana Visi Indonesia (WVI). Selain anak-anak, utusan orangtua juga diundang pada kegiatan selama empat hari itu.

Dirdios KKI Ruteng menjelaskan, peserta camping ini ditargetkan sebanyak 350 orang, yaitu setiap paroki mengutus lima anak bersama satu ibu dan bapak. Namun saat kegiatan dimulai, sebanyak 420 peserta yang hadir.

“Kita tetap berusaha melayani,” ungkap Rm Selus Juanda Pr.