Komsos Ruteng July 9, 2019

Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Ruteng dibekali dua belas kreativitas pastoral dalam kegiatan “Diakonia Youth Camp” di St Klaus Kuwu, Selasa, 9 Juli 2019. Pembekalan bidang-bidang kreativitas pastoral ini didasarkan pada minat Orang Muda Katolik dan juga kebutuhan pastoral yang selaras zaman.

Di bidang penguasaan teknologi informasi, terdapat klinik Video Youtube dan klinik Fotografi yang masing-masing difasilitasi oleh Kevin dari Komsos KWI dan Rm Erik Ratu, Ketua Komsos Keuskupan Ruteng. Di bidang keterampilan menulis, terdapat klinik Reportase pastoral yang difasilitasi oleh Rm Benny Denar, ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng.

Selain itu, di bidang seni, terdapat klinik seni musik oleh Rm Rizal Baeng, klinik Koor oleh Frater Faldy Caritas, klinik Dramatisasi Kitab Suci oleh Retha Janu, klinik Theater oleh Marto Lesit, klinik Public Speaking oleh Armin Bell, dan klinik Tari oleh Febry Djenadut.

Klinik lain yang dapat dipilh oleh peserta Youth Camp adalah Youcat yang difasilitasi Rm Manfred Habur dan Festy, klinik kewirausahaan oleh Jelly Jehaut, dan pertanian organik oleh Hery Gesing.

Pembekalan dua belas klinik kreativitas ini merupakan bagian dari kegiatan Diakonia Youth Camp, yaitu Training of Trainers (TOT) yang diselenggarakan oleh Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng. Para peserta TOT adalah anggota Orang Muda Katolik dari paroki-paroki se-Keuskupan Ruteng.

Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng, Rm Benny Denar, menjelaskan pembekalan dua belas kreativitas tersebut merupakan bagian dari metode pendampingan terhadap para penggerak atau animator pastoral kaum muda di setiap paroki di wilayah Keuskupan Ruteng. Menurut Rm Benny, penguasaan teknologi informasi amat penting agar OMK dapat memanfaatkan media sosial secara bijaksana, sebagai medan pewartaan yang populer di zaman ini. Sementara itu, keterampilan di bidang seni musik dan panggung juga penting agar menarik minat kaum muda di paroki-paroki sehingga terlibat dalam seluruh dinamika ber-OMK.

Lebih lanjut, Rm Benny menjelaskan, pertanian organik juga amat penting dikuasai oleh kaum muda dengan beberapa pertimbangan. Pertama, pertanian organik merupakan model pertanian yagn selaras alam sekaligus mendukung keutuhan alam ciptaan sebagaimana yang selalu diperjuangkan oleh Gereja Katolik.

Kedua, pertanian organik amat penting agar usaha pertanian menghasilkan produk-produk pertanian yang sehat dan bermutu. Ketiga, pengembangan pertanian organik merupakan bagian dari arus perlawanan terhadap model pertanian yang tunduk pada logika kapitalistik. Keempat, pelatihan keterampilan bertani organik merupakan bagian dari kampanye terhadap kaum muda untuk mencintai dunia pertanian sebagai bidang karier yang mulia.

“Saat ini, jumlah petani kita yang berusia produktif sangat sedikit. Anak-anak muda cenderung melihat pekerjaan bertani sebagai sesuatu yang rendah. Banyak anak muda yang terobsesi hanya sebagai pegawai. Hanya jika kalah dalam persaingan dan tidak ada pekerjaan lainnya lagi, baru anak-anak muda menjadi petani. Oleh karena itu penting sekali kita menunjukkan dunia pertanian yang semakin menarik bagi generasi muda kita”, ungkap Rm Benny.

Salah seorang peserta TOT, Chelsea, mengaku bersyukur karena bisa berpartisipasi dalam kegiatan Diakonia Youth Camp ini.

“Saya merasa senang, terutama karena sudah belajar fotografi dengan baik. Klinik fotografi ini sangat berguna bagi saya yang ingin menjadi fotografer”, ungkap Chelsea.

Peserta lainnya, Neri, juga mengaku sangat senang karena sudah belajar tentang kewirausahaan. Menurutnya, kaum muda zaman sekarang bisa meraih kesuksesan tanpa harus menjadi pegawai negeri. Di bidang seni Public Speaking, Efran dan Titus sama-sama bertekad untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan mereka kepada teman-teman OMK ketika berkarya di paroki mereka masing-masing (Anno Susabun)