Ernus Mami August 5, 2018

Orang Muda Katolik (OMK) dan Pemuda Lintas Agama Kevikepan Ruteng menyelenggarakan pawai kebhinekaan di Kota Ruteng, Sabtu (04/08/2018). Parade bertujuan membangun toleransi antaragama dan dilaksanakan sebagai bagian dari Camping OMK dan Temu Pemuda Lintas Agama Kevikepan Ruteng, 3- 5 Agustus.

Dimulai di Lapangan Motang Rua, Parade diikuti oleh OMK dari 26 paroki kevikepan Ruteng, Remaja Masjid, Gereja GMIT Imanuel dan GBI ROCK, bersama para tokoh agama dan pejabat pemerintah daerah.

Dari Lapangan Motang Rua, peserta berarak menuju Gereja GMIT Imanuel Ruteng dan diterima oleh pemuda GMIT bersama Pendeta Trees M. Bukang, S.Si.Teol dan pendeta Siswaty H. S. Tabun Seran. Dalam Refleksinya kepada lebih dari 500 orang muda yang memadati gereja Imanuel Ruteng, Pendeta Siswaty mengatakan Perbedaan adalah karunia Tuhan yang paling indah.

“Pada hari ini kita semua yang ada dalam kegiatan ini berseru bahwa kita berbeda tapi satu. Dan setelah kegiatan ini kita juga terus mendengungkan bahwa sekalipun kita berbeda tetapi kita tetap satu, perbedaan itu indah dan merupakan karunia Tuhan yang paling indah dan semoga Tuhan menolong kita semua,” kata Pendeta Siswati.

Dari Gereja GMIT Imanuel Ruteng, peserta camping dari lintas agama ini menuju Masjid JIHADUL UKHRO Ruteng. Di sana mereka di terima oleh USTAD MUQARAM RAMLIH. Dalam sambutannya, Ustad Muqaram mengapresiasi kegiatan Orang Muda Katolik di Manggarai yang selalu bersama orang-orang muda dari agama lain untuk jalan bersama merawat kebinekaan di Tanah Manggarai Raya.

“Tentunya kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang aman dan damai demi terbentuknya umat beragama yang bersatu, saling hormat menghormati, saling menjaga dan melindungi antara satu dan lainnya, dan kami sangat menaruh harapan mudah mudahan kami semuanya tetap menjadi umat beragama yang rukun dan bersatu dibawah naungan lambang Burung Garuda Negara Kesatuan Republik Indonesia Bhineka Tunggal Ika,” kata Ustad Muqaram.

Dari Masjid Jihadul Ukhro peserta parade menuju gereja St. Yosef Katedral dan diterima oleh Rm. Ompi Latu, Pr. Dalam renungannya Rm. Ompi mengajak seluruh orang muda untuk memperjuangkan kebinekaan dan jadilah orang muda yang fokus ke Tuhan serta jadilah orang muda yang bersuka cita dalam hidup.

“Banyak orang-orang muda yang membiarkan sakit hati dan kekecewaan mengontrol kehidupan mereka, sehingga mereka mudah membuat perpecahan dimana-mana, maka dari itu jadilah orang muda yang fokus ke Tuhan dan bersuka cita dalam hidup,” ajak Romo Ompi.

Pukul 06.00 Wita, peserta Parade Kebinekaan kemudian kembali ke gereja St. Vitalis Cewonikit dan melanjutkan agenda dengan pentas seni dari orang-orang muda lintas agama.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*