Rm. Ardus Tanis October 6, 2017
Ekaristi mengenang Pater Leo Perik, Kamis (5/10/2017)

 

Kehadiran Mgr. Hilarion Datus Lega di Seminari Kisol membuat perayaan tahunan memperingati wafatnya Pater Leo Perik SVD menjadi istimewa. Cerita Uskup Manokwari – Sorong itu dalam kotbah pada misa peringatan, Kamis (05/10/2017) memotivasi para siswa menghayati kehidupan seminari yang khas.

Mgr. Datus, menceritakan pengalamannya mengenyam pendidikan di Seminari Kisol. Dari Pater Leo Perik, ia menimba banyak pelajaran yang menjadi bekal hidup sebagai seorang imam dan uskup. Itu ia dapat tidak hanya dari pelajaran-pelajaran di kelas, tetapi terutama dari cara hidup Pater Leo Perik.

“Pater Perik adalah orang yang setia dengan tugasnya sebagai pembina dan pendidik. Ia menjaga kami saat belajar. Itu membuat kami disiplin dan kini belajar tetap menjadi bagian dari hidup saya”, cerita Mgr. Datus.

Perayaan tahunan mengenang Pater Leo Perik, harap beliau, tidak saja mengingatkan keluarga besar Sanpio akan warisan kesetiaan yang telah diberikan Pater Leo. Lebih dari itu, para seminaris juga mesti belajar dari cara hidup Leo Perik.

“Pater Perik tidak saja menjadi inspirasi bagi kami pada masa lalu. Pater Perik adalah inspirasi yang abadi bagi kita semua,” kata Mgr. Datus.

Praeses Seminari Pius XII Kisol Rm. Osharjo menyampaikan terima kasih atas kehadiran Mgr. Hilarion Datus Lega pada perayaan mengenang Pater Leo Perik di Seminari Kisol. Kehadiran Mgr. Datus, kata Romo Osharjo, menjadikan perayaan tahunan itu istimewa pada 2017 ini.

Kepada seluruh warga komunitas Seminari Pius XII Kisol, praeses seminari itu menegaskan kembali apa yang diharapkan Mgr. Datus dalam kotbah. Ia mengajak semua yang hadir untuk terus memelihara dan menghidupi warisan nilai dan teladan hidup Sang Fundator Leo Perik.

“Kesetiaan, kedisiplinan dan ketekunan Pater Leo harus menjadi bagian dari hidup kita di Seminari ini, terutama dalam tugas belajar dan pelayanan dalam bentuk apa saja,” kata Rm Os.

Rangkaian Kegiatan

Seminar dalam rangka mengenang Pater Leo Perik SVD, Kamis (05/10/2017)

 

Dalam rangka memperingati hari wafat Pater Leo Perik SVD, Seminari Pius XII Kisol mnyelenggarakan beberapa kgiatan. Malam menerenungkan Pater Leo Periki, 3 Oktober, diisi dengan narasi kehidupan Pater Leo dalam bentuk drama bertajuk “Totus Discipulo”.

Cerita drama itu diambil dari sharing Angkatan 1973 Sanpio, yaitu Yoh Don Bosco Selamun dan kawan-kawan saat mereka berkunjung ke seminari beberapa waktu lalu. Alumnus Angkatan 1973 itu brcerita tentang buah-buah karya dan teladan yang diwariskan Pater Leo untuk mereka. Cerita mereka dirangkai menjadi sebuah drama dengan tema sentral Totus Discipulo.

Usai Ekaristi, pada kamis (05/10/2017), kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Ilmiah. Siswa Kelas XI Ipa dn IPS mendiskusikan 3 topik: The Benefits of Reading Culture To Identify Hoax in Social Media; Peran Kesetaraan Gender dalam Mengurangi Kekerasan terhadap Perempuan; dan Demonstrasi Energi Listrik dan Klinometer Sederhana. Seminar dihadiri oleh siswa2 SMP dan SMA seminari Pius XII Kisol, para guru, utusan siswa dan guru SMA 7 Kota Komba.

“Kegiatan seminar ilmiah adalah salah satu cara kita mneladani Pater Leo. Ia telah membangun kultur belajar dan akademik di lembaga ini. Jadi, kita harus setia mneruskannya,” kata Kepala SMA Seminari Pius XII Kisol Rm. Silvi Mongko, Pr.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*