Press "Enter" to skip to content

Menjangkau yang Terluka, Caritas Dampingi Penyintas Gempa di Benteng Jawa dan Weleng

KEUSKUPANRUTENG.ORG — Caritas Indonesia bersama Caritas Keuskupan Ruteng kembali menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat penyintas gempa bumi Flores melalui pelayanan medis dan trauma healing di wilayah Kevikepan Borong, khususnya di Paroki Benteng Jawa dan Paroki Weleng, pada 29 dan 30 Agustus lalu.

Pelayanan kemanusiaan ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan pendampingan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Tim dibagi menjadi dua kelompok yang bergerak menuju sejumlah lokasi terdampak, yakni Desa Golo Paleng dan Desa Tengku Leda di paroki St. Yusuf Benteng Jawa, sedangkan di wilayah paroki St. Agustinus Weleng, tim Kesehatan menuju ke Dusun Golo Pau dan Dusun Watu Wajah.

Dua dokter dari Caritas Indonesia melakukan pemeriksaan pada masyarakat penyintas gempa di desa Golo Paleng, Paroki St. Agustinus Weleng. (Foto: KOMSOS KR)

Di lokasi pelayanan, para tenaga medis memberikan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan penuh kasih dan kepedulian. Setiap warga yang datang dilayani dengan perhatian, terutama mereka yang termasuk kelompok rentan dan membutuhkan penanganan lebih lanjut di tengah kondisi pascagempa.

Pelayanan tersebut tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik. Bersamaan dengan tim medis, tim psikososial dan trauma healing pula hadir di paroki St. Yusuf Benteng Jawa di Desa Golo Paleng, Desa Tengku Leda, dan Desa Lamba Keli untuk mendampingi anak-anak serta masyarakat penyintas gempa. Melalui berbagai aktivitas pendampingan dan permainan, mereka diajak untuk kembali merasakan suasana aman, nyaman, dan penuh perhatian setelah mengalami situasi bencana.

Tim psikososial mendampingi anak-anak dalam trauma healing di desa Lamba Keli, Paroki St. Yusuf Benteng Jawa. (Foto: KOMSOS KR)

Kehadiran tim Caritas menjadi ruang bagi para penyintas untuk mendapatkan pelayanan sekaligus merasakan dukungan dan solidaritas dari Gereja. Pendampingan ini juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan masyarakat, baik secara fisik maupun psikologis.

Dalam pelayanan yang berlangsung di desa-desa tersebut, 640 warga penyintas gempa berhasil mendapatkan pelayanan Kesehatan dari tim Caritas Indonesia dan Caritas Keuskupan Ruteng. Sedangkan di pendampingan psikososial, terhitung 297 orang tua dan anak-anak yang mengikuti kegiatan psikososial dan trauma healing.

Potret anak-anak yang begitu ceria ketika kedatangan tim psikososial dari Caritas Indonesia dan Caritas Keuskupan Ruteng yang menghibur mereka di tengah rasa trauma pascagempa. (Foto: KOMSOS KR)

Pelayanan kemanusiaan ini juga akan terus dilanjutkan. Tim kesehatan Caritas Indonesia bersama Caritas Keuskupan Ruteng akan selalu berupaya untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pendampingan kepada masyarakat yang masih membutuhkan bantuan pascagempa.

Kehadiran tim kesehatan selama beberapa hari di wilayah terdampak diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, bayi, anak-anak, dan masyarakat yang mengalami dampak langsung dari bencana.

Dokter dari Divisi Kesehatan Caritas Indonesia melayani warga terdampak hingga ke tenda pengungsian. (Foto: KOMSOS KR)

Kegiatan ini memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak berhenti pada pemberian bantuan material. Kehadiran, pelayanan kesehatan, pendampingan orang tua dan anak, serta perhatian penuh kasih menjadi bagian penting dari upaya membantu para penyintas bangkit dan memulihkan kehidupan mereka pascabencana.

Melalui pelayanan kemanusiaan ini, Caritas Indonesia bersama Caritas Keuskupan Ruteng terus menegaskan komitmennya untuk hadir bersama masyarakat yang mengalami penderitaan, membawa semangat solidaritas, kasih, dan harapan di tengah situasi sulit akibat bencana gempa bumi Flores.

Comments are closed.