KEUSKUPANRUTENG.ORG – Sidang Sinode IV Keuskupan Ruteng resmi dimulai dan dihadiri 200 peserta dihelat di Rumah Retret Maria Bunda Karmel Wae Lengkas, Senin pagi, 5 Januari 2026. Sidang akan berlangsung selama 4 hari dan berakhir pada Kamis, 8 Januari 2025. Pada hari pertama penyelenggaraannya, hadir Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat dan Dewan Kuria Keuskupan, juga para Ketua Komisi Pusat Pastoral (PUSPAS).
Sidang ini dihadiri 61 pastor paroki, vikaris parokial, para Ketua Pelaksana DPP, perwakilan Biara/Lembaga Gereja, perwakilan pemerintah, lembaga sosial, dan kelompok masyarakat. Pertemuan Sinode IV ini dibuka dengan Rekoleksi dipimpin RD Alfons Segar dilangsungkan di Kapel Rumah Retret Wae Lengkas dan dilanjutkan Perayaan Ekaristi dipersembahkan oleh Vikjen Keuskupan Ruteng RP Sebastian Hobahana, SVD.

Uskup Ruteng Yang Mulia Mgr. Siprianus Hormat (kanan), Vikep Borong RD Simon Nama, Vikjen RP Sebastian Hobahana, SVD, Provinsial SVD RP Paulus, dan Vikep Ruteng RD Dyonysius Osharjo (kiri) bersama para pastor paroki, vikaris parokila, kaum religius, Ketua Pelaksana DPP, unsur pemerintah, LSM, dan lainnya dalam rekoleksi pembukaan Sinode IV. (Foto : KOMSOS KR)
Sinode: Gerakan Bersama dengan Roh Kudus
Saat menyampaikan rekoleksi, RD Alfons mengatakan semua program Sinode III selama 10 tahun terakhir sudah berjalan dengan baik dan sukses berkat bimbingan Roh Kudus dan manajemen pastoral yang terorganisir lewat monitoring dan evaluasi serta partisipasi aktif semua agen pastoral bersama semua umat Keuskupan Ruteng yang tersebar di semua paroki.
“Segala gerak pastoral Sinode III adalah anugerah Allah, rahmat, isnpirasi, kekuatan dan tuntunan Roh Allah yang harus disadari dan diminta terus menerus…Sinode adalah gerakan bersama dengan Roh Kristus yaitu, Roh Kudus yang hidup dalam diri kita..seperti terungkap dalam keyakinan rasul Paulus Bukan aku lagi yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku (Gal. 2:20),” ujar RD Alfons.

RD Alfons Segar saat memberikan rekoleksi dalam pembukaan Sidang Sinode IV Keuskupan di Kapela Rumah Retret Maria Bunda Karmel, Wae Lengkas, Ruteng, Senin, 5 Januari 2026. Sidang Sinode IV ini akan berlangsung dari 5-8 Januari 2026. (Foto : KOMSOS KR)
RD Alfons menambahkan, melalui refleksi dalam rekoleksi ini ada beberapa rekomendasi untuk Sidang Sinode IV Keuskupan Ruteng, antara lain peningkatan kualitas hidup rohani, manajemen pastoral dan keterampilan para agen pastoral tertahbis dan terbabtis melalui rekoleksi, retret, dan berbagai pelatihan manajemen dan keterampilan.
“Perlu juga penguatan dan penajaman program diakonia transformatif untuk kelompok-kelompok rentan, meningkatkan program pendampingan bagi umat yang menjauhkan diri dari Gereja dan bekerja sama dan memasukan fungsionaris adat ke dalam struktur kepemimpinan Gereja lokal,” kata RD Alfons. (Tim Redaksi)

Comments are closed.