KEUSKUPANRUTENG.ORG – Duka mendalam menyelimuti umat se-Keuskupan Ruteng khususnya Paroki St. Yusuf Benteng Jawa atas terjadinya bencana alam tanah longsor yang melanda Stasi St. Benediktus Goreng Meni, Desa Goreng Meni. Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 15.00 WITA, setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut sejak sehari sebelumnya.
Hanya dalam hitungan detik, hampir setengah dari bukit yang ada di Desa tersebut longsor dan merenggut tiga nyawa. Tanah, batu, dan lumpur meluncur deras, menelan rumah-rumah warga dan memutus ketenangan sore yang semula biasa. Jeritan, kepanikan, dan air mata menyatu dalam sekejap yang tak akan mudah dilupakan. Selain korban jiwa, beberapa warga ada yang mengalami luka berat dan luka ringan, namun telah mendapatkan penanganan dari pihak kesehatan setempat.

Situasi yang memilukan saat bencana tanah longsor melanda dua dusun di Desa Goreng Meni. (FOTO: KOMSOS KR)
Akibat kejadian ini, ratusan warga terdampak mengungsi untuk sementara waktu di Desa Rentung. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah warga yang terdampak ada 196 Kepala Keluarga dan 1050 jiwa. Mereka berasal dari 2 dusun yaitu dusun Sosor Alo dan dusun Buru Pote Desa Goreng Meni, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur.
Di tengah suasana duka dan keterbatasan, Keuskupan Ruteng bersama Caritas Keuskupan Ruteng hadir sebagai wujud nyata kasih dan solidaritas Gereja bagi masyarakat yang terdampak bencana. Pada Kamis 29 Januari pagi, Vikjen Keuskupan Ruteng, RP Sebastianus Hobahana, SVD bersama Caritas Keuskupan Ruteng dan Tim Puspas menyalurkan bantuan kasih kepada keluarga terdampak di Desa Goreng Meni.

Distribusi sembako kepada masyarakat terdampak tanah longsor oleh Vikjen Keuskupan Ruteng bersama Caritas Keuskupan Ruteng. (FOTO: KOMSOS KR)
“Apa yang di distribusikan merupakan ungkapan kasih dari seluruh umat Keuskupan Ruteng melalui APP yang biasanya dikumpulkan pada masa pra paskah. Kita berharap bantuan yang kita berikan walaupun mungkin tidak banyak, tapi memberikan kekuatan dan penghiburan bagi keluarga terdampak dan dengan ini juga, apa yang telah disumbangkan oleh Keuskupan Ruteng melalui APP dan melalui Caritas Keuskupan Ruteng kiranya semakin memperkuat solidaritas dan bela rasa diantara umat”. Ungkap RD Beben Gaguk selaku direktur Caritas Keuskupan Ruteng.
Adapun jumlah keluarga terdampak yaitu 197 Kepala Keluarga yang mengungsi dan kepada mereka disalurkan sembako dan pangan untuk memenuhi kebutuhan harian mereka di tempat pengungsian sementara yaitu di kampung Rentung. Sedangkan ada lima keluarga yang mendapatkan perlengkapan tidur dan peralatan dapur dikarenakan rumah mereka mengalami kerusakan yang hebat dan bahkan ada yang hancur dan sudah tidak layak untuk ditempati.

Kegiatan trauma healing untuk anak-anak terdampak bencana tanah longsor yang di dampingi oleh Komisi Anak dan Remaja Keuskupan Ruteng. (FOTO: KOMSOS KR)
Tidak hanya bantuan materi, Caritas Keuskupan Ruteng bersama Komisi Anak dan Remaja Keuskupan Ruteng juga memberikan pendampingan psikologis melalui kegiatan trauma healing, khususnya bagi anak-anak terdampak bencana tanah longsor di Desa tersebut. Kegiatan trauma healing ini diisi dengan kegiatan-kegiatan kreatif yang sekiranya memberikan hal-hal baik bagi anak-anak agar mereka tetap ceria ditengah situasi yang menyesakkan. Kehadiran Keuskupan Ruteng bersama Caritas Keuskupan Ruteng menjadi tanda pengharapan bahwa para masyarakat terdampak tidak berjalan sendiri dalam menghadapi masa sulit, melainkan ditemani oleh kepedulian dan kasih yang nyata. Kegiatan bantuan kasih ini dikoordinasi bersama dengan Kepala Desa dan aparat desa Goreng Meni, serta BPD Kabupaten Manggarai Timur.

Vikjen Keuskupan Ruteng bersama Tim Caritas Keuskupan Ruteng saat menyerahkan bantuan sembako untuk warga terdampak bencana tanah longsor. (FOTO: KOMSOS KR)
Kepala Desa Goreng Meni menyampaikan terimakasih berlimpah kepada Keuskupan Ruteng bersama Tim Caritas Keuskupan Ruteng atas bantuan kasih yang begitu luar biasa bagi korban tanah longsor Desa Goreng Meni. Harapan kedepannya, kiranya Keuskupan Ruteng tetap memperhatikan dan mendukung para masyarakat terdampak bencana tanah longsor di Desa Goreng Meni.
Melalui aksi kemanusiaan ini, Keuskupan Ruteng bersama Tim Caritas Keuskupan Ruteng menegaskan komitmennya untuk terus berjalan bersama masyarakat yang menderita, menguatkan yang lemah, dan menyalakan harapan di tengah duka. Semoga solidaritas dan doa dari berbagai pihak menjadi kekuatan bagi warga Desa Goreng Meni untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka. (Sasha Claudia)

Comments are closed.