KEUSKUPANRUTENG.ORG — Keuskupan Ruteng melalui Karitas Keuskupan Ruteng bersama Komisi Kesehatan Keuskupan Ruteng, dengan dukungan Karitas Indonesia (Karina), kembali menunjukkan kepedulian nyata bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Reo.
Rabu, 19 Agustus 2026 kemarin, tim kemanusiaan turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak untuk memberikan bantuan sekaligus pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran tim menjadi bagian dari respons pastoral dan kemanusiaan Gereja untuk menemani masyarakat dalam menghadapi situasi sulit pascagempa.
Tim yang terlibat terdiri dari dokter-dokter Karitas Indonesia, tim psikososial dari Karitas Indonesia dan Karitas Keuskupan Ruteng, tenaga kesehatan dari Unika St. Paulus Ruteng, serta para relawan. Mereka membawa berbagai obat-obatan dan perlengkapan medis untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak. Pelayanan dilakukan dengan mendatangi titik-titik pengungsian dan lokasi masyarakat yang membutuhkan perhatian kesehatan.

Potret team sebelum berangkat ke titik-titik lokasi pengungsian masyarakat terdampak, Rabu, 19 Agustus 2026. (Foto: KOMSOS KR)
Di tengah situasi pascabencana, kebutuhan masyarakat bukan hanya berkaitan dengan bantuan material. Kondisi psikologis para korban juga menjadi perhatian penting. Karena itu, tim turut menghadirkan tenaga psikoterapi yang memberikan pendampingan kepada masyarakat, khususnya mereka yang mengalami ketakutan, kecemasan, maupun trauma akibat bencana.
Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Bencana tidak hanya meninggalkan dampak pada tempat tinggal dan kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga dapat meninggalkan luka batin yang membutuhkan waktu dan perhatian untuk dipulihkan.
Melalui pelayanan kesehatan dan pendampingan psikologis tersebut, Gereja berusaha menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk merasa didengarkan, dikuatkan, dan ditemani. Kehadiran para dokter, tenaga kesehatan, psikoterapis, dan relawan bukan sekadar memberikan pelayanan, tetapi juga membawa pesan bahwa masyarakat terdampak tidak berjalan sendirian dalam menghadapi masa sulit ini.

Comments are closed.