Komsos Ruteng June 28, 2019

Anak-anak yang bergabung dalam Serikat Anak Misioner atau SEKAMI dari Paroki Kristus Raja Mbaumuku, Timung, Watunggong dan Todo melakukan ziarah ke Gua Maria Torong Besi, Paroki Reo, Rabu (26/06/2019).

Rombongan SEKAMI dari empat paroki itu merupakan dampingan suster-suster Kongregasi Santa Maria Berdukacita dari Napoli (MBC). Salah satu pendamping yaitu Sr Dina Mariana Bete Koli SMBC mengatakan, ziarah ini dalam rangka mengisi hari liburan.

“Kegiatanya melibatkan empat paroki dampingan kami, supaya mereka juga saling kenal,” kata Sr Dina SMBC.

Berangkat dengan truk colt dari paroki masing-masing, mereka berkumpul di biara MBC Ruteng. Kemudian mereka bersama-sama melanjutkan perjalanan ke Torong Besi.

Para suster Kongregasi Santa Maria Berdukacita dari Napoli bersama anak-anak SEKAMI di Pantai Torong Besi

Tiba pukul 11.30, mereka memulai kegiatan di Torong Besi dengan rekoleksi dan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm Erick Ratu Pr. Selesai misa, acara dilanjutkan dengan makan siang dan rekreasi. Sejumlah anak menikmati pemandangan pantai dari Gua Maria yang letaknya di bukit. Yang lainnya berenang dan bermain di bibir pantai. Sore pukul 15, rombongan anak-anak itu kembali ke paroki masing-masing.

Dalam renungannya, romo ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Ruteng itu berbicara tentang saling melayani. Tema ini sejalan dengan fokus karya pastoral Keuskupan Ruteng pada 2019 yaitu bidang pelayanan.

Ketua Komisi Komsos Keuskupan Ruteng Rm Erick Ratu Pr membawakan renungan pada rekoleksi SEKAMI di Gereja Torong Besi

“Sekarang ini, hidup kita tidak hanya dalam lingkungan yang nyata tetapi juga dalam ruang digital yaitu melalui media sosial. Karena itu, berbicara tentang melayani tidak hanya dalam perjumpaan langsung, tetapi juga lewat media komunikasi,” kata Romo Erick.

Romo Erick secara singkat menceritakan bagaimana kebiasaan hidup atau perilaku anak-anak dan remaja sekarang ini dalam pergaulan nyata dan ruang media sosial. Khusus komunikasi media sosial, ada hal-hal positif yang didapat dan juga tidak sedikit akibat negatif yang bisa terjadi.

Melayani, lanjut Romo Erick, dapat dinyatakan dengan banyak cara. Mengajak teman untuk ikut kegiatan sekami, contonya, dapat menghindari pemanfaatan media yang berlebihan. Kalau terlalu banyak waktu dihabiskan dengan media, anak-anak bisa jadi akan sulit bergaul. Mereka juga bisa tertipu oleh polesan media dalam menampilkan barang dan orang. Sementara bermain dengan teman-teman, akan membuat anak-anak bertumbuh secara baik dalam banyak hal.

“Jadi Daripada berlama lama dengan medsos, atau game dan menonton tv, lebih baik bermain dengan teman-teman SEKAMI,” kata Romo Erick.

Ketua Komisi Komsos itu juga menyatakan, pelayanan melalui media sosial juga bisa dilakukan dengan berbagi konten positif. Sebagai anak Tuhan yang baik, anak-anak SEKAMI bisa membagikan gambar atau foto kegiatan-kegiatan rohani melalui media sosial.

“Bagus kalau kegiatan-kegiatan SEKAMI itu diceritakan dan dibagikan melalui facebook atau youtube. Itu juga pelayanan,” kata Romo Erick.