Press "Enter" to skip to content

INSTRUKSI PASTORAL TENTANG PELAYANAN PASTORAL MASA ADVEN 2020 DAN PERAYAAN NATAL 25 DESEMBER 2020

INSTRUKSI USKUP RUTENG
Nomor: 290/IV.1./XI/2020

TENTANG PELAYANAN PASTORAL MASA ADVEN 2020 DAN PERAYAAN NATAL 25 DESEMBER 2020

Para imam, biarawan/wati, Umat Allah sek-Keuskupan Ruteng yang terkasih!

Sebentar lagi kita memasuki masa Adven dan siap mengikuti perayaan Natal, 25 Desember 2020. Natal tahun ini kita rayakan masih dalam bayang-bayang pandemi Covid-19. Kita yakin bahwa Natal adalah kabar gembira dan warta cinta kasih karena Kristus sang Juru Selamat datang ke tengah kita. Sang Juru Selamat itu adalah Emanuel, “Allah beserta kita”(Mat 1,23). Dia ‘diam di antara kita'(Yoh 1,14) dan turut menanggung derita dan kecemasan kita. Sang Emanuel menjadi sumber penolong kita yang utama dalam suka-duka kehidupan setiap hari. Karena itu, kendati kita diliputi kecemasan karena pandemi Covid 19, kita berusaha mempersiapkan dan merayakan natal tahun ini dengan gembira sambil tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Memperhatikan surat edaran Menteri Agama RI No: SE. 15 tahun 2020 tentang “Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi” dan Surat Gubernur NTT No: BU.440/II/DINKES/2020 tentang “Penegas Persiapan New Normal”, maka kami menyampaikan beberapa hal terkait pelayanan pastoral masa Adven dan Perayaan Natal 25 Desember 2020 di Keuskupan Ruteng sebagai berikut:

  1. Instruksi pastoral Uskup Ruteng No 071/II.1/VI/2020 tentang Pastoral dalam Normalitas Baru dinyatakan masih berlaku (instruksi dimaksud terlampir).
  2. Perayaan Misa Natal dilaksanakan seperti perayaan misa hari Minggu selama ini, dengan merujuk pada instruksi Pastoral dalam Normalitas Baru pada point 1 di atas.
  3. Kunjungan pastoral ke Stasi untuk persiapan Natal dengan kegiatan Misa dan Sakramen Rekonsiliasi di Kapela tetap dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan.
  4. Kunjungan ke KBG-KBG yang biasanya dilakukan oleh paroki-paroki dalam kota atau paroki lainnya untuk pelayanan misa dan Sakramen Rekonsiliasi selama masa Adven, boleh dilakukan sejauh dapat mengikuti protokol kesehatan yang ketat dan dalam koordinasi dengan petugas gugus covid-19 setempat.
  5. Sakramen Rekonsiliasi di masa pandemi covid-19 ini, mengingat ancaman bahaya maut yang dapat ditimbulkan oleh Covid-19 tersebut, maka dilaksanakan melalui “Pengakuan dosa secara umum dan absolusi Umum” (Katekismus Gereja Katolik no 1483; KHK kan. 961-962). Tata caranya, dalam ibadat tobat bersama, umat diminta untuk memeriksa batin, menyadari dan menyesali sungguh-sungguh dosa-dosanya, mengucapkan doa tobat, lalu imam memberi penitensi dan absolusi umum. Catatan: seseorang yang dosa-dosa beratnya diampuni dengan absolusi umum, hendaknya datang mengaku secara pribadi sesegera mungkin jika masa pandemi ini berakhir atau setiap kali ada kesempatan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan kesepakatan dengan pastor selaku bapa pengakuan (Bdk KHK kan. 963).
  6. Aksi-aksi pengumpulan derma Natal tetap perlu dilakukan dengan prosedur protokol kesehatan.
  7. Selebrasi Natal seperti pawai Sinterklas dan aksi-aksi masal lainnya tidak boleh dilakukan.
  8. Umat diminta untuk merayakan natal dan tahun baru dalam lingkup keluarga terdekat dan menghindari acara/pesta yang berpotensi menimbulkan kerumunan masal.

Kami mengajak seluruh umat untuk senantiasa hidup dalam pengharapan dan terus berdoa agar kita dilindungi dari ancaman pandemi covid-19 ini. Mari kita terus meningkatkan kedisiplinan kita sesuai protokol kesehatan, sambil tetap berjuang untuk berbuat baik sebagaimana Yesus “telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat milik-Nya sendiri yang rajin berbuat baik” (Tit 2,14).

Ruteng, 26 November 2020
Uskup Ruteng

Mgr. Siprianus Hormat.

Comments are closed.