Press "Enter" to skip to content

Inspirasi Minggu XVII: Mutiara Indah Allah bagi Dunia

Oleh: RD Dr. Martin Chen | Direktur Pusat Pastoral (PUSPAS) Keuskupan Ruteng

(Minggu, 26 Juli 26: Mat 13:44-46).

Kerajaan Allah adalah hadiah Allah bagi manusia. Tetapi manusia tak diperlakukan pasif. Sebaliknya setiap orang diundang untuk aktif dan kreatif mencari dan menemukan-Nya. Inilah yang dilukiskan oleh injil Mateus melalui perumpamaan harta dan mutiara dalam injil hari minggu ini.

Aktif dan kreatif dalam hal apa? Dalam mencari dan menemukan Allah, dalam membiarkan Allah menjadi sumber suka cita dan kebahagiaan hidup ini, dalam menemukan Allah yang memberi makna hidup dan menjadi arah ziarah kehidupan ini.

Sayangnya, manusia sering keliru, karena mencari kebahagiaan dalam kenikmatan duniawi yang semu. Manusia sering terjerumus dalam kesenangan yang fana, dan terjebak di situ, sementara hatinya rindu akan kebahagiaan yang berkelanjutan, yang tak mudah sirna. Inilah yang membuatnya tak pernah merasakan damai dan bahagia yang sejati, meskipun hidup serba cukup, bahkan dalam kemewahan.

Dewasa ini orang sering menjadikan uang, harta bahkan hp sebagai pusat kehidupannya. Banyak yang tergelincir dalam pesona judi online dan pelbagai hobi tidak sehat lainnya yang merusak hidupnya. Ada pula yang terjebak dalam ikatan keluarga dan keserakahan sehingga mengabaikan kepentingan umum. Namun dalam aneka pemberhalaan duniawi ini orang tak pernah puas, bahagia dan merasakan damai yang sejati.

Hari ini Yesus mengajak kita untuk membiarkan Allah menjadi pusat hidup kita. Itulah yang memberi kepuasaan dan kedamaian yang sejati. Terpukau oleh “harta surgawi” ini yang memampukan kita lepas bebas dari “harta duniawi” dan menemukan kebahagiaan hidup yang langgeng.

Bagaimana caranya untuk selalu terpikat dengan Allah, sumber sukacita sejati ini? Simbol injili Yesus dapat menuntun kita. Simbol pertama “menyimpan harta” dalam tanah menunjuk kepada aspek internal perjumpaan dengan Allah. Ini menggarisbawahi pentingnya doa (kontemplasi): relasi yang intim dengan Allah. Sedangkan simbol kedua “mutiara bercahaya” mengungkapkan dimensi aktif dan misioner dari iman. Nikmatnya perjumpaan dg Allah bukan untuk dikonsumsi hanya untuk diri sendiri tetapi menjadi kesaksian di tengah dunia, ibarat mutiara yg bersinar kilau memukau setiap insan.

Masing masing kita sejatinya adalah mutiara indah Kerajaan Allah. Masing masing kita dikasihi oleh Allah dan diutus untuk menjadi saksi cinta-Nya. Juga ketika mutiara itu kadang kotor, atau terbenam dalam lumpur, Allah akan membersihkan, memurnikan dan tetap menggunakannya. Engkau adalah mutiara indah Allah bagi dunia. Selamat berhari minggu.. Tuhan memberkati …😁👏

Comments are closed.