Press "Enter" to skip to content

Inspirasi Minggu 24A: Pengampunan Menyembuhkan!

Oleh: RD Dr. Martin Chen | Direktur Pusat Pastoral (PUSPAS) Keuskupan Ruteng

(Minggu, 13 September 2026: Mat 18:21-35)

Saat dunia masih dilanda oleh peperangan, ketika masyarakat sering terkoyak oleh perselisihan, tatkala kehidupan keluarga tak putus putusnya terguncang oleh pertengkaran, sabda Yesus tentang pengampunan dalam injil hari ini sungguh mencerahkan dan menerbitkan fajar pengharapan. Memang benar, rantai kekerasan dan spiral konflik hanya dapat diputuskan oleh kekuatan pengampunan. Sebaliknya dendam dan balas dendam akan memperpanjang, mengawetkan dan bahkan mengabadikan permusuhan dan karena itu pula mengakibatkan ketidaknyamanan, keresahan dan kehancuran sepanjang hidup.

Sabda pengampunan Yesus dalam injil sepintas terkesan provokatif dan tidak masuk akal: bagaimana mungkin mengampuni orang yang menyakiti hatiku, yang menganggu dan membebani hidupku dan mungkin telah merusak masa depanku: 70x7x? Apakah Yesus sekedar bercanda dengan Petrus yang berpikir dan merasa mengampuni itu cukup 7x saja?

Ternyata tidak! Yesus sungguh serius dengan sabda-Nya. Dia mengajak aku untuk mengampuni dan meyakinkan bahwa hal itu mungkin, tentu bukan dengan kekuatan manusiawiku yang lemah dan rapuh tetapi dengan rahmat Allah, dengan kekuatan pengampunan ilahi. Hanya bila aku sungguh merasa, meyakini dan bersyukur atas rahmat pengampunan Allah dalam hidupku, aku juga dapat mengampuni orang yang bersalah terhadapku.

Sesungguhnya aku juga terus menerus bersalah kepada Allah dan menyakiti hati-Nya dengan perbuatan-perbuatan jahatku. Tetapi Dia telah mengampuniku, ibarat sang tuan yang mengampuni hamba yang berhutang 10 ribu talenta kepadanya. Maka dari itu aku pun sesungguhnya dapat mengampuni yang berhutang sedikit padaku, 100 dinar saja. 1 talenta sama dengan 6000 dinar. Maka sang tuan sesungguhnya telah mengampuni hutang hambanya sebesar 60 juta dinar. Masakan, sang hamba tak dapat mengampuni hutang 100 dinar temannya? Jadi pengampunan sejatinya mungkin dan bahkan “wajib” karena hadiah pengampunan ilahi yang berlimpah limpah yang dianugerahkan-Nya dalam hidupku. Dia bahkan telah memberi Yesus, Putera-Nya, mati di kayu salib untuk menumbuhkan damai dan menenun persaudaraan sejati di tengah dunia ini.

Pengampunan memang mudah diucapkan tetapi sulit dilakukan, mengapa? Karena hati yang telah terluka sulit disembuhkan. Apalagi kalau luka yang menganga itu disebabkan oleh perbuatan orang yg dekat dengan kita, orang yg selama ini kita sayangi. Itulah sebabnya luka hati yg disebabkan oleh anggota komunitas, oleh pacar atau oleh pasangan hidup, sangatlah pedih, perih untuk disembuhkan.

Karena itulah Yesus memberiku tips: berdoalah, Bapa, ampunilah kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Cinta dan kerahiman Allah adalah satu satunya obat mujarab luka-luka sakit hatiku. Orang yang merasakan belaskasih Allah dalam hatinya, dia disembuhkan. Dia pula dikuatkan dan digerakkan untuk mengulurkan tangan pengampunan dan persaudaraan.

Karena itu, mari kita meminum resep ilahi belas kasih ilahi. Ia akan menyembuhkanmu. Kerahiman Allah satu-satunya yang dapat menyembuhkan luka-luka bangsa, luka-luka keluarga dan luka-luka perih dalam hidupku. Mari, kecapi dan rasakan kekuatan pengampunan-Nya dalam dirimu…Cinta Allah akan menyembuhkanmu. Selamat berhari minggu. Salam pengampunan. Tuhan memberkatimu….😘

Comments are closed.