Sheila Kongen May 19, 2019

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teologi STKIP St Paulus Ruteng merayakan hari Minggu Paskah V dengan ibadah lintad agama. Kegiatan ini dilaksanakan di Gereja Bethel Indonesia Of Representative Of Crist Kingdom (GBI ROCK), Minggu (19/05/2019). Ada 32 mahasiswa program studi pendidikan Teologi bersama ibu Fransiska Widyawati sebagai dosen pengampu mata kuliah Sosiologi Agama mengadakan kunjungan lintas agama di GBI ROCK sekaligus merayakan kebaktian bersama umat dalm rangka merayakan perjamuan syukur atas kasih dan cinta Tuhan yang tak terbatas bagi umat-Nya.

Kunjungan ini bertujuan untuk mengajar dan mendidik mahasiswa program studi pendidikan Teologi bagaimana hidup bersosial. Selain itu membuka wawasan bagi mahasiswa untuk mengenal dan memahami arti keberagaman. Keberagaman adalah kekayaan yang mempersatukan. Dengan mengenal agama-agama lain yang ada di Ruteng mahasiswa menjadi pribadi yang democrat yang mampu menghargai dan menjunjung tinggi perbedaan dan keberagaman. Selain itu kegiatan ini diharapkan mahasiswa bisa belajar “be religious in inter-religious ways”. Kata ibu Dr. Fransiska Widyawati, M. Hum sebagai dosen pengampu mata kuliah Sosiologi Agama.

Kehadiran mahasiswa disambut baik oleh jemaat GBI ROCK. Mereka senang dan bangga karena mendapat kunjungan dari mahasiswa program studi pendidikan Teologi. Kebahagiaan dan sukacita ini napak dalam seluruh rangkaian kebaktia dan perjamuan. Ternyata keberagaman itu indah. Keberagaman adalah sarana pemersatu. Dipersatukan dalam kasih Kristus yang bangkit, kata pendeta Yunus pada awal kotbahnya.

Dalam kotbahnya, pendeta Yunus mengatakan bahwa sebagai orang yang mengimani Kristus yang menderita, wafat dan bangkit hendaknya tidak boleh merasa takut dan cemas dalam keadaan dan situasi hidup apapun. Kenapa? Karena Tuhan yang kita imani adalah Tuhan yang setia. Tuhan yang selalu menyertai umat-Nya. Tuhan yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya apaun keadaan dan situasi hidupnya. Kasih Tuhan tidak pernah berkesudahan, tidak pernah dibatasi oleh ruang dan waktu. Kasih Tuhan kekal dan abadi adanya.

Diakhir kotbahnya, pendeta Yunus mengajak seluruh jemaat untuk meninggalkan dan menanggalkan manusia lama yaitu manusia yang hidup dalam pencabulan, dosa dan kejahatan dan mengenakan manusia baru yang hidup dalam kasih dan terang Kristus. Hidup dalam kebenaran Injil-Nya.

Perayaan kasih dan keselamatan Tuhan ini diisi dengan puji-pujian yang sangat meriah untuk memuji dan mengagugngkan kebesaran Tuhan. Tuhan yang mencintai umat-Nya dan akan selalu mencintai umat-Nya. Tuhan yang rela wafat dan bangkit demi menyelamatkan umat-Nya agar umat-Nya memperoleh hidup yang kekal sebagai anak-anak Allah. Setelah perayaan perjamuan, dilanjutkan dengan makan siang bersama.

Dalam suasana keakraban, pendeta Yunus mengatakan rasa terimakasi dan bangga terhadap kunjungan mahasiswa program studi pendidikan Teologi. Beliau bangga karena calon sarjana Teologi mau mengunjungi jemaat GBI ROCK. Ia berharap agar mahasiswa program studi yang sebagai calon sarjana teologi dan katekis harus berani menjadi pewarta Injil keselamat ditengah-tengah dunia yang berubah-ubah, tandasnya. Ia juga berharap agar kunjungan ini tetap diteruskan dalam kesempatan yang lain. Selai pendeta Yunus, jemaat GBI ROCK juga membuka diri untuk menerima kehadiran mahasiswa program studi pendidikan Teologi.

Salah satu mahasiswa program studi pendidikan Teologi, Yohasti Meldika Imus yang turut dalam kunjungan tersebut berkesan bahwa jemaat di GBI ROCk sangat terbuka dan familier. Jemaat sangat ceria dan bersemangat hal itu Nampak dalam raut wajah dan puji-pujian yang mereka bawakan. Sungguh begitu hidup. Asti yang biasa disapa mengharapkan agar kunjungan ini terus dilaksanakan.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*