Press "Enter" to skip to content

Festival Golo Curu Semakin Berdaya Tarik, Diharapkan Masuk Karisma Event Nusantara

KEUSKUPANRUTENG.ORGKeuskupan Ruteng bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai kembali akan menyelenggarakan Festival Golo Curu “Maria Ratu Rosari” pada tanggal 3 sampai 7 Oktober 2025 berpusat di Kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai. Program pastoral tahunan ini telah menjadi event terakbar yang ada di Keuskupan Ruteng, disamping Festival Lembah Sanpio yang baru saja berakhir beberapa pekan lalu di Kisol, Kevikepan Borong.

Festival Golo Curu (selanjutnya FGC) merupakan ajang perjumpaan semua orang dari berbagai latar belakang suku, agama dan budaya yang menampilkan berbagai daya tarik tiada duanya, seperti kekayaan dan keunikan pariwisata religi-kultural-ekologis serta berbagai produk ekonomi kreatif yang menjadi kebanggaan warga Manggarai dan Manggarai Timur, umat Keuskupan Ruteng.

Guna memastikan terlaksananya FGC dengan baik dan sukses, Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Nomor : 343/I.I/IX/2025 pada 19 September 2025 tentang Pembentukan Panitia Festival Golo Curu. Tahun ini, Ketua Umum FGC dipercayakan kepada Yosep Nono, Wakil Ketua Umum RD Dyonysius Osharjo (Vikep Ruteng, RD Martin Chen (Direktur PUSPAS Keuskupan Ruteng), RD Charles Suwendi (Direktur PUSPAS Keuskupan Labuan Bajo), Asisten I Setda Manggarai dan Simon Manggu (Ketua Pelaksana I DPP Katedral).

Suasana saat Rapat Panitia Festival Golo Curu yang dilangsungkan di Aula Gedung Pusat Pastoral (PUSPAS) Keuskupan Ruteng, Rabu sore, 17 September 2025. Pada kesempatan ini, Direktur PUSPAS, RD Martin Chen menyampaikan harapan pada saatnya FGC Maria Ratu Rosari akan masuk dalam Karisma Event Nusantara dan disambut gembira semua panitia. (Foto : SASHA/KOMSOS KR)

Sementara Ketua Panitia SC atau Steering Commitee (panitia pengarah acara Festival) dijabat oleh RD Thomas Julivaldistanto dan Ketua Panitia Pelaksana atau OC (Organizing Commitee) dipercayakan kepada RD Ignasius F. R. Bora, disapa Romo Pepi. Dalam keseluruhan postur kepanitiaan, ini juga melibatkan para imam dan kaum religius para awam termasuk tokoh-tokoh pemerintah, tokoh adat. dan tokoh umat.

Menuju Karisma Event Nusantara

Menindaklanjuti SK Bapak Uskup Ruteng dan guna memastikan persiapan yang dilakukan lebih efektif dan terencana dengan baik, panitia pun “gerak cepat”. Pada Rabu sore, 17 September 2025 dilangsungkan Rapat Panitia FGC di Aula Gedung Pusat Pasoral (PUSPAS) Keukupan Ruteng. Mesti cuaca hujan yang tak kunjung berhenti, semua kepanitiaan (Seksi) hadir dalam rapat tersebut dan menyepakai sejumlah butir /poin sebagai panduan “melangkah pasti” menuju feestival.

“Kita semua tentu juga berharap, Festival Golo Curu akan segera masuk dalam Karisma Event Nusantara atau KEN agar promosi pariwisata menjadi betul-betul terukur dan lebih bagus lagi karena menjadi bagian dari program startegis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kerja keras dan kerja sama kita semua dalam kolaborasi melalui event ini akan menjadikan Festival Golo Curu menjadi lebih berdayatarik bagi para wisatawan,” kata RD Martin Chen, Direktur PUSPAS Keuskupan Ruteng, saat memberikan sumbangsih pikirannya dalam rapat tersebut.

Gereja Katedral Ruteng. Tempat ini akan menjadi sentral kegiatan, termasuk pameran, pentas seni budaya, dan UMKM serta Misa puncak Festival Golo Curu “Maria Ratu Rosari” yang menjadi agenda tahunan Keuskupan Ruteng bekerja sama dengan Pemda Kabupaten Manggarai. (Foto : IST)

Harapan RD Martin, ini tentu tak berlebihan, mengingat FGC sebelumnya sukses menggaet para pelancong baik domestik maupun mancanegara karena dikemas apik dalam berbagai atraksi budaya, religi dan ekologis. Tak hanya itu, pasar UMKM yang bersliweran di pelataran Gereja Katedral sebagai sentral pergelaran FGC juga berdaya tarik luar biasa, di satu sisi para pelaku ekraf UMKM bisa meraup rejeki, di sisi lain promosi produk, kuliner lokal, dan pariwisata budaya dalam berbagai pementasannya mencuru perhatian pengunjung. “Penjualan tentu lebih menjanjikan saat ada festival karena pengunjungnya banyak. Membludak. Turis-turis juga datang,” ujar Huber Agung, owner Wulang Pari Coffee di Ruteng.

Prosesi Meriah Maria Ratu Rosari

Akhir pekan lalu, Sabtu pagi, 20 September 2025, kembali didakan rapat lintas Seksi panitia dalam rangka mempersiapkan acara Prosesi Maria Ratu Rosari, yang menjadi pusat devosi FGC. Ketua Seksi Prosesi, RD Kornelis Hardin seusai rapat, ini mengatakan secara keseluruhan persiapan prosesi antar paroki sudah mencapai 95 persen. “Sisanya hanya seputar teknis persiapan di paroki-paroki untuk penjemputan arca Bunda Maria Ratu Rosari,” kata RD Dino yang juga menjabat Pastor Paroki St. Mikael Kumba.

Prosesi arca Bunda Maria Ratu Rosari yang tingginya satu setegah meter tersebut akan dimulai pada Kamis, 25 September 2025 pukul 15.30 sore , diantar dari Paroki Karot menuju Paroki Rejeng Ketang. Selanjutnya, pada Jumat, 26 September 2025, akan diarak menuju Paroki Sta. Maria Fatima-Cancar, dan pada hari-hari selanjutnya menuju Paroki Wangkung-Rahong (Sabtu, 27 September) , Paroki Ngkor (Minggu, 28 September), lalu ke Paroki Kuwu (Senin, 29 September).

Rapat membahas finalisasi rundown prosesi dan pemantapan akhir Prosesi Maria Ratu Rosari yang akan diarak ke sejumlah paroki selama pekan Festival Golo Curu yang akan digelar pada tanggal 3-7 Oktober 2025 di Ruteng. Pada rapat yang diadakan pada 20 September 2025, ini hadir juga Vikep Ruteng, RD Dyonysius Osharjo. (Foto : SASHA/KOMSOS KR)

Pada Selasa, 30 September 2025 arca Bunda Maria diprosesikan menuju Paroki Ka-Redong, selanjutnya menuju Paroki Golo Dukal (Rabu, 1 Oktober), diarak ke Paroki Cewonikit (Kamis, 2 Oktober). Paroki Kristus Raja (Jumat, 3 Oktober), Paroki Karot (Sabtu, 4 Oktober), Paroki Kumba (Minggu, 5 Oktober) dan terakhir diarak ke paroki Katedral pada Senin, 6 Oktober 2025. Di setiap paroki yang disinggahi prosesi diselenggarakan Perayaan Ekaristi bersama seluruh umat paroki. “Ini sekaligus mengajak semua umat, di Tahun Ekaristi Transformatif, ini kita semua lebih menghayati Ekaristi yang trasformatif dalam keteladanan Bunda Maria, ” kata RD Dino menambahkan.

Misa puncak Maria Ratu Rosari akan digelar di Gereja Katedral Ruteng pada Selasa. 7 Oktober 2025 pukul 07.30 dan sesudahnya arca Bunda Maria akan diarak oleh ribuan umat Keuskupan Ruteng menuju bukit Golo Curu, sebuah bukit yang terletak di utara Kota Ruteng, yang menyimpan berjuta doa, harapan dan kisah-kisah indah tentang indahnya Kasih Bunda Maria bagi semua orang yang datang memohon perlindungan dan bantuannya. (Laporan : Sasha Claudia dari PUSPAS Keuskupan Ruteng, Jimmy Carvallo dari Paroki Kumba)

Comments are closed.