Press "Enter" to skip to content

Festival Golo Curu 2025 Hadirkan Aksi Sosial Karitatif di Panti Rehabilitasi Jiwa Renceng Mose

KEUSKUPANRUTENG.ORG — Sebagai wujud nyata dari iman yang peduli dan berbelarasa, Festival Golo Curu Maria Ratu Rosari 2025 menggelar kegiatan sosial karitatif di Panti Rehabilitasi Jiwa Renceng Mose, pada Sabtu (4/10). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian festival yang tidak hanya menampilkan dimensi budaya dan religius, tetapi juga menghadirkan semangat kasih dan solidaritas terhadap sesama, terutama bagi mereka yang hidup dalam situasi rentan.

Suasana di Panti Rehabilitasi Jiwa Renceng Mose ketika panitia dan penghuni Panti bertemu pada Sabtu, 04 Oktober pagi. (KOMSOS KR)

Kegiatan sosial karitatif ini merupakan ungkapan belarasa bagi komunitas yang rentan, sebagaimana teladan Bunda Maria yang berbelaskasih. Panitia festival mengajak umat untuk memaknai devosi kepada Bunda Maria melalui tindakan kasih yang nyata. Kasih yang diwujudkan bukan sekadar dalam doa, tetapi juga dalam langkah sederhana yang menyentuh kehidupan orang lain.

Aksi sosial ini ditandai dengan pemberian paket sembako kepada sekitar tiga puluh penghuni Panti Rehabilitasi Jiwa Renceng Mose. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum Panitia Festival Golo Curu, Bapak Yosep Nono, bersama RD Beben Gaguk dari Lembaga Caritas Ruteng dan perwakilan dari Komunitas Lux Mundi (KLM) Ruteng. Momen penyerahan berlangsung hangat dan penuh sukacita, disertai dengan sapaan kepada para penghuni panti.

Ketua Panitia FGC 2025 Bapak Yosep Nono ketika menyerahkan bantuan sembako untuk penghuni Panti Rehabilitasi Jiwa Renceng Mose kepada Bruder Honorius FC , Sabtu 04 Oktober 2025 pagi. (KOMSOS KR)

RD Beben Gaguk dalam kesempatan itu menegaskan bahwa kasih sejati harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui kegiatan seperti ini, umat diajak untuk melihat wajah Kristus dalam diri saudara-saudari yang sedang berjuang memulihkan hidup. Kehadiran panitia dan komunitas menjadi bentuk dukungan moral dan spiritual bagi para pendamping serta penghuni panti.

Ibu-ibu dari Komunitas Lux Mundi (KLM) Ruteng yang turut hadir di Panti Rehabilitasi Jiwa Renceng Mose, Sabtu 04 Oktober 2025 pagi.

Panti Jiwa Renceng Mose sendiri selama ini menjadi tempat pelayanan bagi orang-orang dengan gangguan kejiwaan di wilayah Keuskupan Ruteng. Kunjungan dari panitia Festival Golo Curu menjadi tanda bahwa Gereja sungguh hadir bagi semua, termasuk mereka yang sering kali terpinggirkan dan terlupakan. Salah satu anggota Komunitas Lux Mundi Ruteng menyampaikan rasa syukur karena festival ini tidak hanya berhenti di altar dan panggung budaya, tetapi juga menjangkau kehidupan nyata dengan kasih yang memulihkan.

Melalui kegiatan sosial karitatif ini, Festival Golo Curu Maria Ratu Rosari 2025 menegaskan kembali panggilannya sebagai perayaan iman yang hidup, yang menyalurkan kasih Tuhan lewat tindakan sederhana namun bermakna. Kasih yang menembus batas ruang dan waktu — dari altar doa hingga lorong panti jiwa — menjadi saksi nyata bahwa setiap manusia, tanpa kecuali, layak untuk dikasihi. (Sasha Claudia)

Comments are closed.