Press "Enter" to skip to content

Dukung Pariwisata Holistik, Keuskupan Ruteng Selenggarakan Live In Ekonomi Kreatif bagi OMK

Untuk mendukung program pariwisata holistik, Pusat Pastoral Keuskupan Ruteng menyelenggarakan live in Ekonomi Kreatif bagi OMK. Kegiatan selama tiga hari telah terselenggara di Kuwu untuk paroki-paroki setikarnya, 8 – 10 April 2022, dan di Ruteng untuk paroki-paroki dalam kota Ruteng, 1 – 3 Mei 2022. Kegiatan yang sama juga akan diselenggarakan di sejumlah titik di Kevikepan Borong, Kevikepan Reo dan Kevikepan Labuan Bajo pada hari-hari ke depan.

“Gereja tidak ingin menjadi penonton dalam gegap gempita pariwisata destinasi super prioritas di wilayah ini. Gereja mendorong kaum muda terlibat aktif merebut peluang pariwisata dan menatanya agar mensejahterakan masyarakat setempat, berbasis budaya lokal dan ekologis,” jelas Direktur Puspas  Romo Martin Chen mengenai dasar kegiatan live in ekonomi kreatif OMK tersebut.

Adapun rangkaian beberapa  kegiatan yang dilakukan yaitu rekoleksi bersama OMK berwisata, upacara api unggun ekologis dan penajaman Ensiklik Laudato Si, pelatihan kelas ekonomi kreatif  oleh Komisi PSE, Caritas, JPIC, Komsos, Kuliner dan Kewirausahaan. Pelatihan minat atau kompetensi tersebut terdiri dari  bidang fotografi dan narasi, pertanian organik, kuliner dan seni tari.

Selain itu, kegiatan berupa bincang-bincang Pastoral Pariwisata Holistik yang menghadirkan narasumber direktur Puspas Keuskupan Ruteng dan praktisi bidang ekonomi dan pariwisata, outbond, aksi pariwisata ekologis berupa penanaman pohon.

Peserta Live In Ekonomi Kreatif OMK di Wisma Keuskupan Ruteng Leda berdiskusi dalam kelompok

Kegiatan di Ruteng, tepatnya Wisma Keuskupan di Leda, dihadiri oleh 66 OMK dari Paroki Golo Dukal,  Paroki St. Vitalis Cewo Nikit, Paroki Ru’a, Paroki Timung, Paroki Katedral, Paroki Mano, Paroki  St. Fransiskus Asisi Karot,  Paroki Monfort Poco, Paroki Pateng-Rego,  Paroki St. Mikael Kumba,  dan Paroki Poka. Biaya akomodasi kegiatan ini ditanggung oleh panitia sedangkan biaya transportasi peserta ditanggung oleh paroki masing-masing.

“Kesan saya tentang kelas ekonomi kreatif sangat baik. Mengapa? karena dari kegiatan ini kami banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman baru. Selain itu kami juga termotivasi untuk  menjaga bumi dan mempromosikan tempat pariwisata di paroki kami masing-masing. Harapannya semoga jiwa muda-mudi tetap semangat serta aktif dalam kegiatan OMK dan kami yang menjadi utusan OMK masing-masing paroki bisa menjadi lentera untuk teman-teman OMK yang tidak sempat hadir,” demikian tanggapan Aphy, salah satu peserta kegiatan ekonomi kreatif kelas fotografi dan narasi.

“Kegiatan ini sangat bagus, estimasi waktunya juga oke, teman-teman panitia itu sukses membuat anak-anak rindu tapi menurut saya pribadi panitia kurang keras dan juga relasi dengan peserta  ada beberapa yang kurang akrab, tapi secara keseluruhan kegiatan ini sangat keren,” kata Bernad peserta kegiatan dari OMK Paroki  Katedral.

Comments are closed.