Press "Enter" to skip to content

Dr. Yanuar Nugroho Jadi Fasilitator Pertemuan Refleksi Final Sinode IV Keuskupan Ruteng

Foto: Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat didampingi Direktur Pusat Pastoral (PUSPAS) RD Dr. Martin Chen saat memberikan cinderamata kepada Dr. Yanuar Nugroho seusai kegitan Refleksi Final Sinode IV di Rumah Keuskupan – Leda, Kamis, 10 September 2026 sore. (Foto: KOMSOS KR)

KEUSKUPANRUTENG.ORGPanitia Sinode IV Pusat Pastoral (PUSPAS) Keuskupan Ruteng menyelenggarakan rapat Refleksi Final Sinode IV yang dihadiri Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat, para imam Dewan Kuria, Ketua-Ketua Komisi PUSPAS, Pastor Paroki dan Vikaris Parokial, serta perwakilan DPP. Kegiatan ini menghadirkan fasilitator Dr. Yanuar Nugroho, mantan Deputi II di Kantor Staf Presiden dan Koordinator Tim Ahli Seknas SDGS Bappenas.

Rapat berlangsung selama dua hari, Rabu, 9 – Kamis, 10 September 2026 di Rumah Keuskupan di Leda, Ruteng. Manggarai dan mengambil tema Arah Dasar dan Desain Program Pastoral Keuskupan Ruteng Bertolak dari Hasil 4 Sesi Sinode 2026. Dalam Refleksi Final ini, semua peserta mendalami tentang Isu Strategis Pastoral Sinode IV, Arah Dasar Pastoral Sinode IV, dan Desain Program untuk 10 tahun (fokus tahunan) implementasi Sinode IV (2027-2036).

Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat saat sedang menyampaikan Refleksi Final Sinode IV Keuskupan Ruteng di Rumah Keuskupan di Leda, Ruteng. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dan menghasilkan Arah Dasar dan Desain Program yang dihasilkan dari 2 sesi Sidang Sinode IV. (Foto: KOMSOS KR)

Saat membuka kegiatan ini, Mgr. Siprianus mengatakan setelah perjalanan panjang Sinode IV, hari ini telah tiba pada tahap yang paling menentukan. “Saya juga menyampaikan selamat datang dan terima kasih secara khusus kepada Bapak Dr. Yanuar Nugroho, yang bersedia berjalan bersama kita selama dua hari ini. Pengalaman beliau di bidang kebijakan publik, perencanaan, tata kelola, dan pengelolaan isu-isu strategis merupakan kekayaan yang sangat berarti bagi kita,” ujarnya.

Kehadiran Dr. Yanuar dalam rapat Refleksi Final ini, lanjut Mgr. Siprianus, penting bukan karena forum tersebut kekurangan gagasan. “Gagasan sudah banyak, dan bahan Sinode kita pun sudah sangat kaya. Yang kita perlukan adalah bantuan untuk mendisiplinkan gagasan menjadi arah, arah menjadi pilihan strategis, dan pilihan strategis menjadi program yang dapat dikerjakan, diukur, serta dievaluasi,” kata Mgr. Siprianus.

Direktur Pusat Pastoral (PUSPAS) Keuskupan Ruteng RD Dr. Martin Chen saat menyampaikan materi tentang Arah dan Proses Refleksi Final dalam kegiatan pertemuan Refleksi Akhir Sinode IV Keuskupan Ruteng yang menghadirkan fasilitator Dr. Yanuar Nugroho. (Foto: KOMSOS KR)

Direktur PUSPAS, RD Martin Chen dalam wawancara dengan media ini menuturkan, dari hasil 4 sesi Sidang Sinode IV, pertemuan kurun 2 hari ini guna mencoba menemukan benang merah, yakni apa yang menjadi arah dasar pastoral, target-target spesifik dalam berbagai bidang kehidupan gereja. Dengan demikian, bersama-sama lalu menemukan strategi-strategi pastoral yang coba akan dikembangkan.

“Hari ini kita sampai pada menyusun desain program yang dibuat untuk memastikan bahwa arah itu tercapai. Jadi, itulah yang selama dua hari ini menjadi fokus kita, yaitu kita mempunyai suatu arah dasar dan desain program untuk mewujudkan arah dasar tersebut,” ujar RD Martin.

Suasana saat kegiatan Refleksi Akhir Sinode IV Keuskupan Ruteng pada hari ke-2 di Rumah Keuskupan di Leda, Ruteng. Pertemuan ini menjadi tahap yang paling menentukan yang menetapkan Ardas dan mendesain program dari hasil 4 Sesi Sidang Sinode IV yang telah sukses dilaksanakan sebelumnya. (Foto: KOMSOS KR)

Ia menambahkan, sesuai dengan semangat Sinode IV, yakni berjalan bersama, bergumul dengan segala suka-duka, di mana saat ini dalam konteks bencana gempa bumi dalam semangat beriman, bersaudara, dan misioner kita semua berziarah dalam pengharapan. “Dalam segala situasi kita boleh mengalami bahwa kita tidak sendiri, Allah berjalan bersama kita. Itulah yang kita coba untuk meniti bersama dalam pelbagai bidang kehidupan,” kata RD Martin.

Semakin Melayani Umat

Dalam wawancara dengan media ini, Yanuar Nugroho mengatakan, ia bahagia diundang mengambil bagian terlibat dalam membersamai dan mendampingi proses perumusan akhir Sinode IV Keuskupan Ruteng. Dalam pertemuan 2 hari ini, ia melihat ada semangat yang sangat besar dari Bapak Uskup, para imam, dan semua peserta untuk membawa Keuskupan Ruteng ke arah yang lebih baik.

Dr. Yanuar Nugroho sedang mempresentasikan materi tentang Isu Strategis Pastoral Sinode IV Keuskupan Ruteng kepada semua peserta yang mengikuti kegiatan Refleksi Akhir Sinode IV KR di Rumah Keuskupan di Leda yang dilaksanakan 2 hari. (Foto: KOMSOS KR)

“Bagaimana Gereja Keuskupan Ruteng semakin dekat, semakin melayani umat dan di sisi lain menumbuhkan tanggung jawab yang lebih utuh pada berbagai bidang kehidupan umat, seperti persoalan-persoalan ekonomi, sosial, politik, dan lingkungan. Inilah yang menjadi semangat yang sangat penting yang mendasari seluruh proses penyusunan arah dasar Keuskupan Ruteng,” kata Yanuar.

Dengan penajaman Arah Dasar ini, Yanuar menuturkan, ia yakin akan menjadi dokumen yang kuat, solid, dan cukup fleksibel yang dapat memberikan arah. “Kuncinya ada pada pelaksanaan, komitmen, dan niat yang mewujud untuk melaksanakan apa yang telah diputuskan dalam Arah Dasar ini. Dibutuhkan sinergi antara Gereja dengan umat dalam kerja sama, kolaborasi yang makin dalam untuk mewujudkan Gereja sebagai persekutuan umat beriman di Keuskupan Ruteng,” tuturnya.

Sesi menyusun desain program Sinode IV yang dibagi dalam beberapa kelompok diskusi menjadi salah satu bagian yang dilakukan para peserta mengisi kegiatan Refleksi Final Sinode IV hari ke-2 yang diadakan di Rumah Keuskupan di Leda, Ruteng. (Foto: KOMSOS KR)

Pada Refleksi Final Sinode IV ini, semua peserta juga dibagi dalam kelompok-kelompok diskusi untuk menyusun desain program Sinode IV untuk 7 bidang karya pelayanan Gereja dan mendiskusikannya bersama. “Kami sebagai DPP tentu senang bisa diikutkan dalam kegiatan Refleksi Final ini karna ada banyak pengetahuan tentang desain dan implementasi program Sinode IV yang memperkaya pemahaman kami,” kata Adi Empang, Ketua Pelaksana DPP St. Nikoaus Golo Dukal. [Tim Redaksi]

Comments are closed.