KEUSKUPANRUTENG.ORG — Memasuki masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan pascagempa, Caritas Keuskupan Ruteng memfokuskan pelayanan pada pendataan penyintas secara by name by address guna memastikan penyaluran bantuan bagi warga terdampak gempa di wilayah Keuskupan Ruteng berlangsung tepat sasaran, sesuai kebutuhan, dan memperhatikan kondisi kelompok rentan.
Setelah masa tanggap darurat berakhir, upaya penanganan penyintas kini diarahkan pada pemenuhan kebutuhan warga yang masih menghadapi kesulitan untuk kembali menjalani kehidupan normal. Salah satu perhatian utama adalah warga yang rumahnya terdampak gempa dan belum dapat ditempati kembali, sehingga mereka terpaksa bertahan di tenda-tenda pengungsian sementara.
Untuk memastikan bantuan menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan, Caritas Keuskupan Ruteng melakukan kajian dan pendataan lebih lanjut melalui tim kajian di wilayah-wilayah terdampak. Pendataan ini dilakukan dengan mengidentifikasi penyintas berdasarkan nama, alamat, serta kondisi nyata yang mereka hadapi setelah bencana.
Tim kajian menelusuri kembali kondisi warga di setiap paroki, khususnya keluarga yang belum dapat kembali ke rumah dan masih menetap di tenda sementara. Melalui proses ini, kebutuhan setiap keluarga dapat dikenali secara lebih terperinci, sehingga penyaluran bantuan tidak hanya didasarkan pada jumlah penyintas, tetapi juga pada situasi dan kebutuhan masing-masing keluarga.

Direktur Caritas Keuskupan Ruteng, RD. Beben Gaguk bersama tim kajian sedang melakukan pendataan para penyintas secara by name by address. (Foto: CARITAS KR)
Direktur Caritas Keuskupan Ruteng, RD. Beben Gaguk mengatakan perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, seperti lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta anggota keluarga lain yang membutuhkan pendampingan dan dukungan khusus. Informasi mengenai komposisi anggota keluarga dan kondisi mereka menjadi bagian penting dalam proses kajian untuk menentukan bentuk bantuan yang sesuai.
“Pendekatan by name by address menjadi langkah penting dalam membangun sistem distribusi bantuan yang lebih terarah, transparan, dan bertanggung jawab. Dengan data yang akurat, Caritas Keuskupan Ruteng dapat mengidentifikasi keluarga yang masih membutuhkan dukungan, menghindari ketidaktepatan penyaluran, serta memastikan kelompok yang paling rentan tidak terabaikan dalam proses pemulihan,” lanjutnya.
Masa transisi menuju pemulihan merupakan tahap penting bagi para penyintas untuk kembali membangun kehidupan setelah bencana. Karena itu, pelayanan Caritas Keuskupan Ruteng tidak hanya berfokus pada penyaluran barang bantuan, tetapi juga pada pemahaman terhadap kondisi dan kebutuhan nyata masyarakat terdampak.
Melalui pendataan yang cermat dan kajian langsung di lapangan, Caritas Keuskupan Ruteng berupaya memastikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan sungguh menjawab kebutuhan penyintas. Dengan semangat solidaritas dan pelayanan kasih, upaya ini diharapkan dapat mendukung proses pemulihan yang lebih terarah, inklusif, dan menjangkau setiap keluarga yang masih membutuhkan perhatian.

Comments are closed.