KEUSKUPANRUTENG.ORG — Kepedulian dan aksi solidaritas terhadap warga yang terdampak gempa bumi di wilayah Keuskupan Ruteng terus mengalir dari berbagai penjuru. Kali ini, umat Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Narang turut mengambil bagian dengan mengumpulkan dan menyerahkan bantuan bagi saudara-saudari yang tengah menghadapi dampak bencana gempa.
Bantuan tersebut berupa 2,5 ton beras dan uang tunai senilai Rp25.000.000. Bantuan kasih yang diberikan oleh umat Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Narang ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami kesulitan akibat gempa bumi yang melanda wilayah Keuskupan Ruteng, Khususnya Manggarai dan Manggarai Timur.

Bantuan beras dari umat Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Narang untuk saudara-saudari penyintas gempa. (Foto: KOMSOS KR)
Pastor Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Narang, RD. Stefanus Sawu, bersama beberapa umat secara langsung membawa bantuan tersebut ke Pos Pelayanan Bencana Caritas Keuskupan Ruteng. Kehadiran mereka tidak sekadar mengantarkan bantuan, tetapi juga membawa pesan persaudaraan dari umat Narang bagi mereka yang terdampak bencana.
Beras yang terkumpul menjadi bentuk kepedulian sederhana namun berarti. Di tengah situasi sulit yang dihadapi para penyintas, bantuan kebutuhan pokok dapat menjadi penopang bagi kehidupan sehari-hari. Sementara bantuan dana diharapkan dapat mendukung berbagai kebutuhan pelayanan dan penanganan bencana yang dilakukan melalui Caritas Keuskupan Ruteng.

Pastor Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Narang, RD. Stefanus Sawu, bersama perwakilan umat paroki Narang menyerahkan bantuan kasih kepada Pos Pelayanan Bencana Caritas Keuskupan Ruteng, untuk disalurkan kepada warga terdampak yang membutuhkan. (Foto: KOMSOS KR)
Bantuan dari umat Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Narang ini sekaligus memperlihatkan bahwa dalam situasi bencana, kepedulian dapat tumbuh dari siapa saja dan dari mana saja. Setiap sumbangan, sekecil maupun sebesar apa pun, menjadi bagian dari gerak bersama untuk meringankan beban saudara-saudari yang terdampak.
Dari Narang, kepedulian itu bergerak menuju mereka yang membutuhkan. 2,5 ton beras dan Rp25 juta bukan hanya sekadar bantuan, tetapi menjadi tanda bahwa penderitaan saudara-saudari terdampak bencana gempa ini tidak mereka tanggung sendirian. Solidaritas umat terus dirajut, menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi masa sulit pascabencana.

Comments are closed.