KEUSKUPANRUTENG.ORG — Semangat belarasa dan kepedulian umat Katolik kembali diwujudkan melalui aksi nyata bagi para penyintas gempa bumi di Flores. Umat Keuskupan Agung Kupang menghimpun dan menyalurkan bantuan kasih bagi masyarakat terdampak gempa di empat keuskupan di Flores, yakni Keuskupan Maumere, Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Ruteng, dan Keuskupan Labuan Bajo.
Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian umat Keuskupan Agung Kupang terhadap saudara-saudari yang sedang menghadapi situasi sulit setelah gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus lalu. Keuskupan Ruteng menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah akibat bencana tersebut.
Gerakan pengumpulan bantuan dimulai dari keluarga-keluarga umat di lingkungan masing-masing. Bantuan kemudian dikumpulkan melalui Komunitas Basis Gerejani (KBG) untuk selanjutnya diserahkan kepada Keuskupan Agung Kupang dan dipersiapkan untuk disalurkan ke empat keuskupan terdampak di Flores.

Distribusi barang bantuan dari umat Keuskupan Agung Kupang di Pos Pelayanan Kemanusiaan Caritas Keuskupan Ruteng. (Foto: KOMSOS KR)
Berbagai kebutuhan dasar berhasil dihimpun umat, mulai dari beras, mi instan, roti, biskuit, gula pasir, hingga kebutuhan pangan lainnya. Selain kebutuhan pangan, umat juga mengumpulkan pakaian layak pakai serta perlengkapan penting bagi penyintas, seperti terpal, tikar, dan selimut.
Ketua Komisi PSE Caritas Keuskupan Agung Kupang, RD. Marselinus Seludin, mengungkapkan apresiasinya atas semangat belarasa umat yang begitu besar. Menurutnya, bantuan tersebut berhasil dikumpulkan dalam waktu yang relatif singkat.
“Luar biasa umat Keuskupan Agung Kupang mengumpulkan kebutuhan sandang dan pangan ini dalam waktu seminggu. Bantuan kasih ini kemudian dibawa dengan kapal lewat Aimere dan kemudian disalurkan ke empat Keuskupan terdampak,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, gerakan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui keterlibatan bersama, mulai dari keluarga hingga komunitas umat.
RD. Marselinus berharap bantuan yang telah dihimpun tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para penyintas gempa di empat wilayah keuskupan, terutama mereka yang berada di wilayah Keuskupan Ruteng yang mengalami dampak cukup parah.
Bantuan ini sekaligus menjadi tanda persaudaraan umat lintas keuskupan. Di tengah situasi bencana, kepedulian yang dihimpun dari keluarga-keluarga umat menjadi bentuk nyata solidaritas untuk meringankan beban para penyintas dan mendukung mereka dalam melewati masa pemulihan.

Comments are closed.