Komsos Ruteng September 7, 2019

Caritas Keuskupan Ruteng meresmikan kerja sama dengan Karitas Indonesia, Karina, dalam rangka pendampingan bagi keluarga migran dan keluarga miskin melalui pertanian organik. Pengresmian ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja sama di Ruang Pertemuan Pusat Pastoral Keuskupan Ruteng, Jumat (05/09/2019).

Direktur Caritas Keuskupan Ruteng Rm Yuvens Rugi Pr pada kesempatan itu menjelaskan, dukungan dana dari kerja sama ini akan digunakan untuk pendampingan bagi delapan kelompok baru di tiga paroki.

“Di Paroki Sita, wilayah Manggarai Timur, ada tiga kelompok. Di Paroki Rangga, Manggarai Barat, ada tiga kelompok. Kemudian di paroki Beamese, untuk wilayah Manggarai, ada dua kelompok,” urai Romo Yuvens Rugi.

Jumlah anggota pada setiap kelompok, lanjut Rm Yuvens Rugi Pr, yaitu 25 sampai dengan 30 orang. Pendampingan bagi kelompok-kelompok baru itu direncanakan akan berlangsung selama dua tahun, yaitu 2019 sampai 2021.

Staf pengelola program pada Karina Donatus Akur dalam sambutannya menyampaikan pesan Direktur Caritas Indonesia dan lembaga Caritas di Canada yang menjadi donatur projek. Direktur Caritas Indonesia, kata dia, telah mendengar banyak tentang kerja lintas komisi yang diterapkan Caritas Keuskupan Ruteng. Pola kerja itu patut dijadikan model.

“Ruteng menjadi salah satu keuskupan yang sudah merealisasikan kerja sama lintas komisi. Ini cita-cita besar Karina juga,” kata Doni.

Caritas Canada, lanjut Doni, mengagumi karya Gereja di Keuskupan Ruteng yang memberi perhatian bagi orang-orang kecil. Pengalaman secara langsung akan hal itu – saat berkunjung ke Ruteng – antara lain menjadi latar belakang mereka mendukung projek pendampingan bagi keluarga miskin khususnya lewat pertahian organik.

“Yang cocok dengan spiritualitas kami, cocok dengan karakter pelayanan kami ialah Caritas Keuskupan Ruteng,” ungkap Doni.

Vikjen Keuskupan Ruteng Rm Alfons Segar Pr dalam sambutannya menegaskan kerja sama lintas komisi dan antar lembaga sebagai kekuatan dalam melaksanakan aneka karya pastoral di Keuskupan Ruteng. Hal itu telah upayakan selama ini dan diharapkan akan terus berkembang.

“Lintas komisi, baik berkaitan dengan pelayanan dalam bidang ekonomi, dalam bidang pendidikan, dan bidang-bidang lainnya. Merupakan suatu kekuatan bagi kita, karena kita selalu bersama. Ini kekuatan yang sudah ada yang perlu kita pertahankan dan tingkatkan,” kata Romo Alfons.

Lebih lanjut, Rm Alfons Segar menyatakan, masih banyak keluarga-keluarga sederhana yang membutuhkan bantuan pemberdayaan di seluruh wilayah Keuskupan. Oleh karena itu, ia berharap, pendampingan yang dilakukan oleh Caritas Keuskupan ruteng dalam kerja sama dengan Caritas Indonesia dan lembaga-lembaga lainnya akan membuat semakin banyak keluarga-keluarga sederhana dan keluarga migran lebih mandiri dan sejahtera.

“Kiranya melalui pendampingan-pendampingan itu, mereka bukan semakin tergantung melainkan semakin mandiri. Mengapa saya harapkan demikian; seperti dikatakan, selama ini baru beberapa paroki dan kelompok-kelompok terbatas. Masih sangat banyak apalagi kalau menjangkau seluruh paroki di keuskupan ini. Ada 86 paroki. Masih sekian banyak kelompok di paroki lain. Memang ini kerja yang besar. Tetapi kita bersyukur karena kita sudah memulai,” ungkap Vikjen Ruteng itu.