Press "Enter" to skip to content

Caritas Keuskupan Ruteng Salurkan Air Bersih bagi Warga Penyintas Gempa di Paroki Beokina

KEUSKUPANRUTENG.ORG — Respons terhadap dampak gempa Flores terus dilakukan Caritas Keuskupan Ruteng dengan menyasar berbagai kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Selain pangan, hunian, dan kesehatan, perhatian juga diberikan pada sektor Water, Sanitation, and Hygiene (WASH), khususnya pemenuhan kebutuhan air bersih.

Salah satu pelayanan tersebut dilakukan di wilayah Paroki St. Antonius Abbas Beokina Keuskupan Ruteng. Di tengah kondisi pascabencana, ketersediaan air bersih masih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, termasuk untuk mendukung pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Koordinator Pos Pelayanan Kemanusiaan Caritas Keuskupan Ruteng, RD. Benediktus Gaguk, mengatakan distribusi air bersih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun mandi, cuci, dan kakus (MCK).

“Caritas Keuskupan Ruteng terus melakukan respons terhadap dampak bencana gempa Flores. Tidak hanya sektor pangan, hunian, dan kesehatan, tetapi juga sektor WASH melalui distribusi air bersih bagi warga terdampak,” jelasnya.

Distribusi air bersih untuk warga terdampak di Paroki St. Antonius Abbas Beokina Keuskupan Ruteng. (Foto: KOMSOS PAROKI BEOKINA)

Menurutnya, wilayah Paroki Beokina menjadi salah satu lokasi yang membutuhkan dukungan ketersediaan air bersih. Bantuan tidak hanya ditujukan kepada masyarakat, tetapi juga menyasar fasilitas kesehatan dan pendidikan yang tetap menjalankan pelayanan di tengah situasi pascabencana.

Dalam pelayanan tersebut, Caritas Keuskupan Ruteng menyalurkan dua tangki air bersih untuk Puskesmas, satu tangki untuk SDK Beokina, serta bantuan air bersih bagi umat di wilayah Paroki Beokina.

Atas nama Dewan Pastoral Paroki Beokina dan seluruh umat, pihak paroki menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Caritas Keuskupan Ruteng atas bantuan tersebut.

Bantuan air bersih dinilai memiliki arti penting karena berkaitan langsung dengan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, kebersihan lingkungan, hingga kebutuhan hidup sehari-hari.

“Bantuan ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan air bersih, melainkan juga wujud nyata kasih, kepedulian, dan solidaritas kemanusiaan,” demikian disampaikan pihak Dewan Pastoral Paroki Beokina.

Perhatian khusus diberikan kepada Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat. Ketersediaan air bersih dibutuhkan untuk menjaga kebersihan serta mendukung kelancaran pelayanan kesehatan bagi masyarakat. 

Distribusi air bersih untuk Puskesmas Beokina. (Foto: KOMSOS PAROKI BEOKINA)

Hal serupa berlaku bagi SDK Beokina. Ketersediaan air bersih menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan mendukung kenyamanan peserta didik serta seluruh warga sekolah.

Sementara bagi umat di wilayah Paroki Beokina, bantuan tersebut menjadi dukungan konkret di tengah keterbatasan yang masih mereka hadapi setelah bencana. Bantuan itu sekaligus memperlihatkan kuatnya semangat solidaritas dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar.

Pelayanan kemanusiaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Caritas Keuskupan Ruteng untuk memastikan respons terhadap bencana tidak hanya berfokus pada satu sektor, tetapi memperhatikan kebutuhan masyarakat secara lebih menyeluruh.

Di tengah keterbatasan pascagempa, air bersih menjadi bagian penting dari pelayanan dan kepedulian Caritas Keuskupan Ruteng bagi warga terdampak di Paroki Beokina. (Foto: KOMSOS PAROKI BEOKINA)

Melalui pelayanan WASH, kebutuhan akan air bersih ditempatkan sebagai bagian penting dari pemulihan kehidupan masyarakat terdampak. Air yang tersedia dengan baik membantu menjaga kesehatan, kebersihan, serta keberlangsungan aktivitas masyarakat dan lembaga pelayanan.

Dewan Pastoral Paroki Beokina berharap perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan melalui bantuan tersebut dapat terus menumbuhkan semangat solidaritas dan gotong royong di tengah masyarakat.

“Kami berharap semangat kepedulian yang ditunjukkan oleh Caritas Keuskupan Ruteng dapat terus menginspirasi berbagai pihak untuk membangun budaya solidaritas, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama, khususnya mereka yang sedang mengalami keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar,” ungkapnya.

Bagi Paroki Beokina, pelayanan tersebut menjadi bagian dari perwujudan pastoral yang menyentuh kebutuhan konkret masyarakat. Pelayanan Gereja tidak hanya berlangsung dalam ruang-ruang peribadatan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang membantu masyarakat menghadapi kesulitan.

Bantuan air bersih diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Puskesmas, SDK Beokina, dan umat di wilayah paroki, sekaligus memperkuat semangat persekutuan dan pelayanan kemanusiaan dalam proses pemulihan pascabencana.

Comments are closed.