Komsos Ruteng October 8, 2019

Lebih dari dua ratus orang-orang muda lintas agama mengikuti seminar “Orang Muda Peduli Narkoba” di Aula Ranaka Ruteng, Senin (07/10/2019). Seminar diselenggarakan oleh Aliansi Komisi Hubungan Antarakepercayaan (HAK) Keuskupan Ruteng, Kodim 1612 Manggarai dan GBI Ruteng Family dan menghadirkan anggota Badan Penanggulan Narkoba Nasional Yerry Pattinasarani sebagai narasumber.

Dalam sambutan pembuka yang dibacakan secara bergantian oleh tiga perwakilan penyelenggara, seminar diselenggarakan dalam rangka memaknai HUT TNI ke-74 yang jatuh pada 5 Oktober dan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober nanti.

Sambutan Panitia: Ketua Komisi HAK Keuskupan Ruteng Sr. Maria Yohana SSpS , Perwakilan GBI Ruteng Family Pdt David Supendi, dan Pasiter Kodim 1612 Manggarai Lettu Inf Simon Halek

“Untuk memaknai 2 peristiwa bersejarah ini kita semua berada di tempat ini, Dengan sebuah optimisme bahwa: Dalam kebersamaan dan Persaudaraan, kita bisa melakukan karya kemanusiaan yang besar,” kata Ketua Komisi HAK Keuskupan Ruteng Sr. Maria Yohana SSpS.

Lebih lanjut, panitia menjelaskan topik tentang narkotika dan obat-obat terlarang atau Narkoba dipilih sesuai dengan konteks kehidupan masyarakat Indonesia dan juga Manggarai saat ini. Penyalahgunaan dan peredaran Narkotika saat ini makin marak dan sedang mengancam kehidupan masyarakat terutama generasi muda Indonesia. Presiden Joko Widodo sendiri pada suatu kesempatan menyatakan bahwa Indonesia saat ini berada pada titik darurat Narkoba.

“Ini berarti bukanlah hal yang sepele, karena akan berdampak pada hancurnya masa depan Bangsa kita Indonesia tercinta,” Pasiter Kodim 1612 Manggarai Lettu Inf Simon Halek melanjutkan sambutan sebagai panitia penyelenggara.

Panitia berharap seminar tidak saja membuka wawasan peserta – yaitu mahasiswa, pelajar SMP dan SMA, para dosen dan guru pendamping – terkait penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang, tetapi juga menjadi agen yang mendorong orang-orang muda lainnya untuk ‘mengatakan tidak’ terhadap narkoba.

“Mereka dipilih dari sekian ratus bahkan ribu orang yang ada di lembaga masing-masing. Dipilih artinya dipercaya dan mendapat tanggungjawab untuk boleh mendengar pencerahan tentang bahaya narkoba yang diharapkan bisa meneruskannya kepada teman-teman yang tidak hadir. Anda kalian adalah utusan yang nantinya bisa menjadi agen yang peduli tentang bahaya narkoba dan siap bergandengan tangan dengan 20 orang tim kami untuk berjuang mencegah bahkan memutus mata rantai pengaruh narkoba di wilayah Manggarai bahkan Manggarai Raya,” urai Pdt David Supendi yang juga tampil membawakan sambutan.