Seminar dengan tema “Merefleksikan Kembali Pariwisata, Membangun Pedesaan, Objek-Objek Wisata” mengisi hari kedua perayaan Hari Pariwisata Sedunia Tingkat Keuskupan Ruteng di Paroki Rekas, Sabtu 24 September 2022. Seminar dihadiri oleh pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat setempat, utusan Paroki Narang, Paroki Sok, dan beberapa paroki di kevikepan Labuan Bajo.

Ketua Komisi Pariwisata dan Budaya Keuskupan Ruteng Rm Ino Sutam PR pada kesempataan itu membawakan materi dengan tema “Pastoral Pariwisata Holistik Melayani Manusia Integral”. Dia menguraikan bagaimana cara pandang dan sikap Gereja terhadap pariwisata serta keterlibatan aktif Gereja khususnya Keuskupan Ruteng dalam pengembangan pariwisata di Manggarai Raya.
Direktris Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina menjadi narasumber kedua pada seminar itu. Dia mempresentasikan peran lembaga yang dipimpinnya itu dalam pengembangan pariwisata di Labuan Bajo dan Flores, berikut sejumlah aktivitas yang menjadi fokus perhatian pada hari hari ini. Dia juga mengemukakan sejumlah informasi yang bermanfaat bagi masyarakat lokal untuk dapat berpartisipasi dalam geliat pengembangan pariwisata Labuan Bajo.

Sesi selanjutnya pada seminar sehari ini membahas narasi tentang Gereja Tua Rekas sebagai destinasi wisata religi. Yustinus M Ekasila Abi, seorang pemerhati Gereja Tua Rekas yang tinggal di Rekas, mempresentasikan hasil penelitian tentang sejarah dan berbagai cerita seputar Gereja tua itu. Selain memperluas pengetahuan, diskusi pada seminar dimaksudkan mendapat masukan peserta untuk penyempurnaan narasi.
Narasi Objek Wisata Alam Golo Cucu yang dibawakan oleh Yos Min Palem mengisi sesi terakhir seminar. Golo Cucu itu nama untuk salah satu gunung kecil, dua kilo meter dari Gereja Paroki Rekas ke arah utara, yang bentuknya menyerupai payudara perempuan. Dari gunung ini, orang dapat memandang hampir seluruh wilayah Kempo, persawahan Lembor hingga pantai selatan. Legenda yang mengisahkan tempat itu sebagai tempat keramat dan atraksi budaya di halaman Kampung Nuri – di kaki gunung Cucu – sedang dikembangkan untuk menjadi daya tarik wisata ke Golo Cucu.

Comments are closed.