KEUSKUPANRUTENG.ORG — Di tengah situasi pascagempa yang turut berdampak pada wilayah Paroki Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo, semangat solidaritas umat untuk membantu sesama tidak padam. Justru dari tengah keterbatasan tersebut, umat Paroki Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo menggalang kepedulian dengan mengumpulkan dana dan membeli kebutuhan pangan untuk disalurkan kepada warga penyintas gempa di wilayah Keuskupan Ruteng.
Melalui aksi solidaritas tersebut, umat Paroki Todo berhasil menghimpun dan menyalurkan 600 kilogram beras sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana gempa.
“Bantuan ini lahir dari kesadaran umat bahwa bencana yang terjadi bukan hanya menjadi perhatian satu wilayah, melainkan menjadi pergumulan bersama yang membutuhkan kepedulian dan dukungan dari berbagai pihak,” ungkap RD. Prian, Pastor Paroki Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo.

Bantuan 600kg beras dari umat Paroki Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo yang dibawa ke Pos Pelayanan Kemanusiaan Caritas Keuskupan Ruteng. (Foto: KOMSOS KR)
Paroki Todo sendiri merupakan salah satu wilayah dalam Keuskupan Ruteng yang turut mengalami dampak gempa. Masyarakat di wilayah ini juga merasakan berbagai keterbatasan dan kebutuhan yang muncul setelah bencana. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan keinginan umat untuk berbagi dengan mereka yang mengalami dampak lebih luas.
Dengan semangat kebersamaan, umat mengumpulkan uang secara bersama-sama. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membeli beras sebagai salah satu kebutuhan pangan utama bagi warga terdampak.
Bagi umat Paroki Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo, bantuan tersebut bukan semata-mata tentang jumlah beras yang disalurkan. Di balik 600 kilogram beras itu terdapat kepedulian, kerelaan berbagi, dan kesadaran bahwa dalam situasi bencana, setiap orang dapat mengambil bagian dalam meringankan beban sesama.
Aksi solidaritas ini juga menjadi cerminan semangat persaudaraan umat dalam menghadapi situasi sulit. Meskipun sama-sama berada dalam situasi pascabencana, umat Paroki Todo menunjukkan bahwa keterbatasan tidak harus menjadi alasan untuk berhenti berbagi.

RD. Prian Pastor Paroki Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo (tengah) bersama Direktur Caritas Keuskupan Ruteng RD. Benediktus Gaguk (kanan) di Pos Pelayanan Kemanusiaan Caritas Keuskupan Ruteng. (Foto: KOMSOS KR)
Bantuan pangan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga penyintas gempa sekaligus memberikan penguatan bahwa mereka tidak menghadapi masa pemulihan seorang diri.
Solidaritas dari Paroki Todo menjadi bagian dari gerakan bersama umat di tengah situasi pascagempa di wilayah Keuskupan Ruteng. Kepedulian yang tumbuh dari umat, meskipun sederhana, menjadi kekuatan penting dalam menopang kehidupan dan proses pemulihan masyarakat terdampak.
Dari wilayah yang juga terluka oleh bencana, tumbuh sebuah tindakan kasih bagi sesama. 600 kilogram beras yang dikumpulkan umat Paroki Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo menjadi tanda bahwa di tengah keterbatasan, semangat berbagi dan persaudaraan tetap dapat menemukan jalannya.

Comments are closed.