Press "Enter" to skip to content

Berbagi Kasih: 2,25 Ton Beras dari Umat Paroki St. Stefanus Iteng untuk Saudara Terdampak Gempa

RD. Aloysius Gambur Pastor Paroki St. Stefanus Iteng bersama teman-teman Karitas dan OMK Paroki membawa bantuan kasih ke Pos Pelayanan Karitas Keuskupan Ruteng untuk disalurkan kepada saudara saudari terdampak gempa yang ada di wilayah Keuskupan Ruteng.

KEUSKUPANRUTENG.ORG — Gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Laut Flores pada 15 Agustus lalu menyisakan duka mendalam bagi masyarakat, khususnya di wilayah Keuskupan Ruteng yang terdampak cukup parah. Bencana tersebut menyebabkan korban jiwa, korban luka, serta kerusakan pada ribuan bangunan. Banyak masyarakat kehilangan tempat tinggal dan hingga saat ini masih harus berteduh di bawah tenda-tenda pengungsian.

Di tengah situasi tersebut, kebutuhan pangan menjadi salah satu kebutuhan yang paling mendesak bagi masyarakat yang berada di lokasi pengungsian. Melihat kondisi ini, umat Paroki St. Stefanus Iteng tergerak untuk memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi, di wilayah Keuskupan Ruteng.

Gerakan solidaritas ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas imbauan Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, agar seluruh umat tetap waspada dan dapat memberikan bantuan sesuai kemampuan masing-masing bagi saudara-saudari yang terdampak bencana. Menanggapi imbauan tersebut, Pastor Paroki St. Stefanus Iteng, RD. Aloysius Gambur, bersama jajaran Dewan Paroki melakukan sosialisasi kepada KBG-KBG terkait aksi pengumpulan bantuan kasih.

Tidak membutuhkan waktu lama, keluarga-keluarga di Paroki St. Stefanus Iteng mulai berdatangan ke rumah ketua KBG masing-masing dengan membawa beras. Setiap pemberian menjadi bentuk nyata belarasa umat kepada sesama yang sedang mengalami kesulitan. Beras yang terkumpul di KBG kemudian diserahkan ke stasi, untuk selanjutnya dihimpun dan diserahkan kepada Paroki St. Stefanus Iteng melalui tim Karitas Paroki dan Orang Muda Katolik (OMK).

2,25 ton beras dari umat Paroki St. Stefanus Iteng, sebuah tanda kasih, kepedulian, dan persaudaraan bagi saudara-saudari terdampak gempa. (Foto: KOMSOS KR)

Dalam waktu satu minggu, gerakan tersebut berhasil mengumpulkan 2.250 kilogram atau 2,25 ton beras. Bantuan tersebut kemudian dibawa ke Pos Pelayanan Bencana Karitas Keuskupan Ruteng yang berada di Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Ruteng untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat di paroki terdampak.

“Semoga dengan bantuan beras dari para umat Paroki St. Stefanus Iteng ini bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan saudara saudari kita terdampak bencana gempa yang sedang berada di tempat-tempat pengungsian,” ungkap RD. Alo Gambur, Pastor Paroki St. Stefanus Iteng.

Pastor Paroki St. Stefanus Iteng, RD. Alo Gambur, bersama Direktur Karitas Keuskupan Ruteng, RD. Beben Gaguk, dan tim Karitas Paroki St. Stefanus Iteng serta OMK Paroki membawa bantuan kasih ke Pos Pelayanan Bencana Karitas Keuskupan Ruteng. (Foto: KOMSOS KR)

Bantuan beras tersebut selanjutnya akan disalurkan oleh tim Karitas Keuskupan Ruteng ke paroki-paroki terdampak. Dari paroki-paroki tersebut, bantuan akan diteruskan kepada masyarakat terdampak.

Lebih dari sekadar bantuan pangan, 2,25 ton beras yang terkumpul dalam waktu singkat ini menjadi tanda kuatnya rasa persaudaraan di tengah situasi bencana. Dari keluarga-keluarga sederhana, melalui KBG dan stasi, terkumpul kepedulian yang begitu besar. Dalam duka yang dirasakan bersama, umat menunjukkan bahwa beban saudara yang terdampak bukan hanya milik mereka sendiri, tetapi menjadi beban yang dipikul bersama dalam semangat persaudaraan, belarasa, dan kepedulian terhadap sesama.

Comments are closed.