KEUSKUPANRUTENG.ORG- Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat bersama Direktur Karitas Keuskupan Ruteng, RD. Beben Gaguk dan tim Karitas Keuskupan Ruteng berkunjung ke RSUD Ruteng untuk menyapa dan melihat secara langsung kondisi pasien-pasien yang sedang dirawat di tenda-tenda darurat pada Selasa, 25 Agustus. Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian dan dukungan Gereja bagi para pasien serta tenaga kesehatan yang tetap menjalankan tugas di tengah situasi pascabencana.

Uskup Ruteng menyapa salah satu pasien yang sedang dirawat di tenda darurat RSUD Ruteng. (Foto: KOMSOS KR)
Gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Laut Flores pada Sabtu, 15 Agustus lalu. Bencana tersebut menimbulkan korban jiwa, korban luka-luka, serta kerusakan berat pada ribuan bangunan di wilayah Keuskupan Ruteng. RSUD Ruteng menjadi salah satu fasilitas yang turut terdampak. Saat terjadi gempa dalam sepersekian detik, beberapa bagian dari rumah sakit mengalami kerusakan dan runtuh sehingga menyisakan puing-puing. Dalam situasi yang berlangsung cepat dan menegangkan itu, para tenaga kesehatan segera mengevakuasi pasien-pasien dari ruang perawatan dan memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman di luar gedung rumah sakit.
Sesaat setelah gempa terjadi, Keuskupan Ruteng melalui lembaga pelayanan sosialnya, Karitas Keuskupan Ruteng, di bawah koordinasi Pusat Pastoral Keuskupan Ruteng, segera mengambil langkah tanggap darurat secara cepat.

Potret para pasien yang dirawat di tenda-tenda darurat yang terpasang di jalanan tepat di depan RSUD Ruteng pascagempa 15 Agustus lalu. (Foto: KOMSOS KR)
Salah satu respons awal yang dilakukan Karitas Keuskupan Ruteng dengan membantu RSUD Ruteng yang turut terdampak hebat yaitu dengan mengerahkansebanyak 27 tenda darurat yang merupakan booth Festival Golo Curu Keuskupan Ruteng. Bantuan tenda-tenda ini merupakan bantuan yang sangat berharga bagi kebutuhan darurat tersebut. Tenda-tenda itu langsung dibangun setelah gempa terjadi.
Kunjungan Uskup Ruteng, Direktur Karitas Keuskupan Ruteng, bersama tim Karitas Keuskupan Ruteng ini merupakan sebuah penguatan bagi para nakes dan juga pasien-pasien yang sedang dirawat. Dari satu pasien ke pasien lain, Uskup Ruteng bersama tim Karitas menyapa dan turut mendoakan mereka.

Uskup Ruteng, bersama Ketua Karitas Keuskupan Ruteng, RD. Beben Gaguk mendoakan dan memberkati pasien-pasien yang sedang terbaring di tenda-tenda darurat RSUD Ruteng. (Foto: KOMSOS KR)
Selain mengunjungi para pasien, Mgr. Siprianus Hormat juga memberikan perhatian kepada para tenaga medis yang terus bekerja memberikan pelayanan di tengah situasi pascabencana. Para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan mendapat berkat serta penguatan dari Bapak Uskup atas dedikasi mereka yang selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam merawat para pasien.
Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Kepala Humas RSUD Ruteng, Ibu Rista Mari. Saat diwawancarai, Rista menyampaikan bahwa kehadiran Bapak Uskup memberikan penguatan yang sangat berarti bagi para pasien maupun tenaga medis.

Para nakes yang bekerja keras dari pagi hingga malam merasa dikuatkan karena mendapat doa dan berkat secara langsung dari Bapak Uskup. (Foto: KOMSOS KR)
“Kehadiran Bapak Uskup sangat memberikan penguatan kepada pasien dan tenaga medis. Semoga dengan kehadiran Bapa Uskup menjadi angin segar bagi mereka untuk tetap sabar dan tabah dalam menjalani perawatan serta dalam merawat pasien yang ada,” ungkap Rista penuh haru.
Di tengah situasi pascabencana yang masih menyisakan trauma dan kelelahan, dukungan moral dan spiritual sangat dibutuhkan. Kehadiran Uskup Ruteng, Direktur Karitas Keuskupan Ruteng, serta tim Karitas Keuskupan Ruteng menjadi bentuk perhatian yang memberikan semangat baru bagi pasien maupun tenaga kesehatan yang terus berjuang.

Comments are closed.