KEUSKUPANRUTENG.ORG – Rangkaian kegiatan Sinode IV Sesi III yang mendalami tentang Diakonia Gereja dihelat di Rumah Retret Wae Lengkas, Ruteng, 1-5 Juni 2026. Seperti pada 2 sesi sebelumnya, diskusi kelompok menjadi bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan sidang tersebut. Setiap peserta yang datang dari 61 paroki (imam dan awam), utusan kongregasi, dan kelompok atau komunitas memiliki kesempatan untuk memberikan masukan.
Selain itu, peserta juga memperoleh waktu yang banyak yang disiapkan oleh pantia Sidang Sinode untuk bisa berbagi (sharing) pengalaman, termasuk juga dalam merumuskan bersama berbagai rekomendasi yang memperkaya hasil sidang. Sidang Sinode menjadi lanskap bagaimana Gereja Sinodal, yang berjalan bersama dan saling mendengarkan sungguh terwujud.

Salah satu kelompok diskusi dalam Sidang Sinode IV Sesi III Keuskupan Ruteng yang mendalami tentang Diakonia Gereja. Menariknya, di setiap ‘meja bundar’ dalam ruangan sidang ini, panitia mengatur keseimbangan antara unsur imam, suster, awam, dan utusan komunitas. (Foto: KOMSOS KR)
Diskusi Kelompok menjadi bagian dari kelanjutan “membaca bersama” hasil penelitian yang sebelumnya telah dibuat dalam bentuk quisioner yang disebarkan ke semua umat di paroki-paroki, termasuk yang ‘dirangkum’di-suara-kan’ oleh umat melalui katekese. Panitia Sinode lalu menganalisa ratusan hasil quisioner tersebut. Sahdan, ada beragam temuan menarik dari berbagai jawaban atas survey yang kemudian dipresentasikan setiap hari dalam Sidang Sinode ini.

Sesi diskusi kelompok dalam Sidang Sinode IV Sesi III di Aula St. Yohanes Salib di Rumah Retret Wae Lengkas, Ruteng pada hari ke=4, Kamis sore, 4 Juni 2026. Tampak para romo dan awam dari paroki sedang serius mendalami hasil olahan quisioner yang dibuat oleh umat dari semua paroki. (Foto: KOMSOS KR)
Selanjutnya, setelah dipresentasikan dalam hari-hari sidang, sejak hari pertama, semua peserta lalu diajak untuk melihat dampak-dampak dari impelentasi berbagai bidang pastoral (program) yang telah dilaksanakan dalam Bidang Diakonia. Ada yang dilaksanakan dengan bagus sekali, tapi ada pula yang masih membutuhkan perhatian. Hal inilah yang didiskusikan dalam forum ini, bersama-sama mencari jalan guna mengatasi hambatan yang ada dan bagaimana mencari arahnya ke depan.
Diskusi partisipatif seperti ini, menjadi semacam FGD kecil yang mengangkat sejumlah permasalahan dan meminta tanggapan dari para peserta sidang, baik kaum religius maupun awam aktivis gereja di paroki-paroki. Dalamnya, sekaligus merumuskan tawaran program dalam mengatasi hambatan yang terjadi, dan program-program yang diperlukan untuk meningkatkan lagi program-program pastoral diakonia dari yang sudah diimplementasi di paroki-paroki.
Semua peserta sidang yang diutus dari paroki-paroki, kongregasi, pun komunitas-komunitas dilihat sebagai otrang atau pribadi-pribadi yang terlibat langsung dengan berbagai program yang diangkat dalam sesi III ini. Interaksi mereka dengan program-program/karya-karya baik di berbagai paroki menjadi ‘lokomotif’ rancang-bangun program diakonia. Mereka diapanggil untuk mendiskusikan berbagai hal, trmasuk mengatasi hambatan dalam konteks parokial dan yang lebih besar.

Dari dalam ruang Sidang Sinode IV Keuskupan Ruteng, wajah Gereja yang Sinodal atau berjalan bersama, saling berdiskusi, saling mendengarkan, dan saling mendukung menjadi tampak, salah satunya dalam sesi diskusi, seperti yang terlihat pada Kamis, 4 Juni 2026 saat membahas Diakonia Gereja. (Foto: KOMSOS KR)
Bidang-bidang yang didiskusikan dalam sesi III Sinode IV ini, tentang Diakonia Gereja, seperti diakonia karitatif, ekonomi, migran, kesehatan. Ada pula diakonia politik, seperti dunia pendidikan, kesetaraan pria dan perempuan, juga diakonia dalam bidang budaya, pariwisata dan ekologi. (Tim Redaksi)

Comments are closed.