Press "Enter" to skip to content

Inspirasi Sabda Malam Natal: “Jangan Takut!”

Oleh: RD Martin Chen | Direktur Pusat Pastoral (PUSPAS) Keuskupan Ruteng

(24 Des 25: Luk 2:1-14; Yes 9:1-6; Tit 2:11-14).

Apa pesan dari Surga untuk kita dalam perayaan malam natal ini? Apa titipan natal Allah untuk kita melalui mulut para malaikat surgawi malam ini? Ternyata sesuatu yang mengejutkan tapi sungguh mengena dengan hidup kita. Injil Lukas menyampaikan pesan ilahi natal itu dengan lugas dan singkat, “Jangan takut!”

Bukankah pesan natal ini yang kita butuhkan saat ini. Betapa banyak ketakutan yang melilit hidup kita sekarang ini, dan betapa mencekam kecemasan yang terbenam mendalam dalam diri kita masing masing saat ini. Situasi ketakutan itu berderet menumpuk dari peristiwa global dan nasional seperti peperangan dan bencana alam yang tak kunjung henti sampai dengan peristiwa ketakutan pribadi yang dialami kita masing masing.

Litani ketakutan yang pilu sedang menohok perih diri kita masing masing saat ini. Ada yang takut dengan keadaan keuangannya yang pas pasan atau bahkan dompet yang sudah kosong sama sekali. Ada yang takut dengan kesehatannya yang terganggu dan sakit yang tak sembuh sembuhnya (“beti leas agu beti pucu”). Anak anak takut kehilangan perhatian dan kasih sayang bapa mama yang selalu bertengkar setiap hari. Orang muda takut akan masa depannya karena menganggur dan sulitnya mendapat pekerjaan. Orang tua cemas dengan anak-anaknya yang hidup dalam dunia digital (hp) yang sudah tak terkendali. Suami istri takut akan kesetiaan dan cinta pasangannya. Di mana mana banyak keluarga merasa ketakutan karena tanpa sadar terjebak dalam gaya hidup materialistis, konsumtif dan pencitraan sampai terjerumus dalam pinjol (pinjaman online) dan judol (judi online).

Dalam aneka ketakutan yang melilit dan mencekam ini, pesan natal sejuk dan penuh kekuatan dari Surga malam ini untuk kita semua malam ini adalah, “Jangan takut!” (Neka rantang e). Jangan takut, bukan pertama tama karena masalah dalam hidupmu segera berakhir, tetapi karena Allah sendiri yang datang kepadamu untuk memberimu kekuatan dalam perjuangan hidupmu. Hari ini, demikian warta malaikat kepada para gembala yang ketakutan, malam ini, demikian juga malaikat surgawi menyapa kita, “Aku memberitakan kabar sukacitamu bagimu. Hari ini telah lahir Juru Selamat bagimu di kota Daud, Betlehem.”

Jangan takut! Seruan penuh pengharapan dari malaikat surgawi untuk kita semua malam ini. Bukan karena masalah dalam hidupmu tak akan ada lagi. Masalah pasti selalu mengiringi dan membelit hidup kita. Tetapi sejak natal engkau boleh yakin dan percaya, bahwa engkau tak pernah sendirian dalam hidup ini. Sebab Allah sendiri yang menyertaimu dalam seluruh pergumulan hidupmu. Sangatlah menarik, Lukas menceritakan para gembala menemukan sang Mesias di palungan Betlehem. Palungan adalah tempat makanan hewan yg biasanya ada di setiap tempat perhentian bagi para pelancong yang membawa serta hewan dalam perjalanannya saat itu (stasiun sekarang ini). Para gembala menemukan Mesias yang lahir di tempat biasa sehari hari hidup manusia. Maka natal bukanlah merindukan mujijat ilahi dalam hidup kita tetapi menemukan dan merasakan kehadiran kekuatan yang ilahi dalam hidup harian kita. Natal tidak menghilangkan masalah hidup ini tetapi memampukan kita untuk dapat memikulnya dengan kekuatan Sang Bayi Betlehem.

Ketika nabi Yesaya mewartakan sabda pengharapan, umat Israel sedang mengalami penderitaan yang maha dasyat sebagai budak di tanah asing, Babel. Dalam kegelapan yang mencekam akan nasib pribadi dan nasib bangsa yang sangat buram ini, Yesaya merangkai asa (harapan) dalam diri umat Israel yang berpangkal pada kekuatan Allah sendiri: bangsa yang berjalan dalam kekelaman, kini boleh menatap fajar baru. Yang sedang berada dalam bayang maut kini boleh merasakan terang kehidupan. Karena Sang Mesias, Allah yang perkasa, Raja Damai sedang datang menyelamatkan umat-Nya.

Demikian pula kepada umat Israel yang sedang dijajah oleh bangsa romawi saat itu, kepada para gembala miskin, kepada bunda Maria d santo Yosef, para malaikat surgawi mendendangkan sukacita natal: jangan takut, hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat di kota Daud.

Malam ini juga para malaikat surgawi menyapa masing masing kita yang tengah dilanda pelbagai kecemasan dan dililit oleh aneka masalah kehidupan: Jangan Takut! Dalam penat dan capek hidupmu, dalam kecemasan dan ketakutan hidupmu, engkau boleh bersandar pada-Nya. Engkau boleh menimba kekuatan dari-Nya. Karena Dia adalah Imanuel: Allah besertamu, dalam suka duka hidupmu, dalam pahit manis hidupmu, dalam kecemasan dan harapan hidupmu.

Maka mari kita sendengkan telinga untuk mendengar kabar penuh kekuatan dari para malaikat surgawi malam ini. Mari kita buka mata untuk menatap fajar baru pengharapan dalam ziarah hidup kita. Mari kita rasakan sukacita damai natal yang menjamah dan meresapi hati kita malam ini. Engkau tak pernah sendian dalam hidup ini. Allah sendiri yang menemani engkau. Allah sendiri yang menuntun perjalanan hidupmu. Allah sendiri yang menguatkan dirimu. Karena Dia adalah Allah yang peduli, Allah yang setia dan perkasa, Raja bijaksana dan damai. Hari ini Dia ingin lahir dalam hatimu dan hatiku. Mari kita menyambutNya dengan penuh sukacita: Gloria in excelsis Deo. Salam damai natal bagimu! Tuhan memberkati….

Comments are closed.