KUWU, KEUSKUPANRUTENG.ORG – Komisi Kitab Suci Regio Nusra mengadakan kegiatan lokakarya berupa pelatihan fasilitator Kitab Suci Regio Nusa Tenggara (Nusra) mengambil tema “Menjadi Saksi Sabda yang Transformati” bertempat di Wisma Siloam Novisiat SVD di Kuwu, pada Kamis 16-Minggu 19 Oktober 2025.

Peserta Lokakarya ketika sedang mengikuti kegiatan fasilitator Kitab Suci. (Foto: KOMSOS KR)
Kegiatan ini diselenggarakan atas dukungan penuh dari Lembaga Biblika Indonesia (LBI) dan kali ini Keuskupan Ruteng menjadi tempat penyelenggaraan pertemuan selama empat hari ini tersebut. Kegiatan lokakarya yang diadakan 2 tahun sekali ini diikuti sebanyak 67 peserta dari berbagai keuskupan di wilayah Nusa Tenggara hadir, seperti Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Maumere, Keuskupan Weetebula, Keuskupan Labuan Bajo, dan Keuskupan Ruteng.
Acara dibuka secara resmi oleh Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Ruteng, RP Sebastianus Hobahana, SVD. Saat memberikan sambutan beliau menegaskan tentang pentingnya memperdalam Kitab Suci agar sungguh menjadi pedoman hidup umat beriman.

Vikjen Keuskupan Ruteng RP Sebastianus Hobahana, SVD ketika menyampaikan sambutan pada kegiatan fasilitator Kitab Suci. (Foto: KOMSOS KR)
Lokakarya ini bertujuan untuk melaksanakan amanat Konsili Vatikan II, Dei Verbum Bab VI, artikel 21, yang menyebut Kitab Suci sebagai “santapan jiwa”; menjembatani jarak antara Kitab Suci dan praktik hidup umat sehari-hari; serta mempersiapkan fasilitator yang handal dan berkompeten dalam pastoral Kitab Suci di tingkat keuskupan maupun paroki.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber, yakni RP Petrus Cristologus Dhogo, SVD Wakil Ketua LBI dan dosen Kitab Suci STFK Ledalero, RP Yosef Masan Toron, SVD selaku Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Ruteng dan RD Benediktus Gaguk, yang akrab disapa Romo Beben Ketua Lembaga Caritas Keuskupan Ruteng yang aktif dalam pelayanan pastoral Kitab Suci anak.

RP Petrus Cristologus Dhogo, SVD ketika menyampaikan materi pada saat kegiatan fasilitator Kitab Suci. (Foto: KOMSOS KR)
Berbagai materi didalami oleh para peserta, ada pula dinamika diskusi yang dikuti dengan antusias oleh mereka. Beberapa topik yang dibahas selama kegiatan ini yaitu Input Masalah Kitab Suci (sharing), Metode-metode Pendalaman Kitab Suci, Membaca Kitab Suci dengan Teliti, Penyusunan Modul, hingga Presentasi Modul.

Para peserta lokakarya berfoto bersama di Novisiat SVD Kuwu. (Foto: KOMSOS KR)
Lokakarya yang berlangsung dalam semangat persaudaraan, ini berjalan lancar dan interaktif. Para peserta tidak hanya memperdalam pemahaman teologis tentang Kitab Suci, tetapi juga berbagi pengalaman pastoral dan strategi konkret agar Sabda Allah dapat sungguh-sungguh mengubah hidup umat di berbagai keuskupan Regio Nusra.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat jaringan fasilitator Kitab Suci di seluruh wilayah Nusa Tenggara, sehingga semangat “Menjadi Saksi Sabda yang Transformatif” terus bergaung dan berbuah dalam kehidupan Gereja.*

Comments are closed.