KEUSKUPANRUTENG.ORG– Suasana haru dan sedih meliputi hampir seribu umat yang menghadiri misa arwah mendoakan keselamatan Vikep Reo, RD Herman Ando di Gereja Santa Maria Assumpta dan Santu Yosep Katedral Ruteng, Sabtu, 2 Agustus 2025 pagi. Misa ini dipimpin Vikjen Keuskupan Ruteng, RP Sebastianus Hobahana, SVD dan dihadiri sekitar seratus imam. Hadir juga dalam misa ini, Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Ruteng, RD Martin Chen, Vikep Borong, RD Simon Nama, Vikep Ruteng, RD Dyonysius Osharjo dan para imam dari keuskupan Labuan Bajo.
RD Herman Ando di kalangan semua umat dikenal luas sebagai sosok gembala yang rendah hati, penuh cinta kasih, dan senantiasa hadir bagi umatnya. Sepanjang hidup imamatnya, ia mendedikasikan diri sepenuh hati dalam pelayanan pastoral, sosial, dan pendidikan rohani. Kehadirannya selalu membawa damai, senyumannya menenangkan, dan tutur katanya menguatkan.
Tak hanya menjalankan tugas sebagai Vikep Reo dengan penuh dedikasi, sepenuh hati dan tanggung jawab, RD Herman juga dikenang sebagai pribadi yang sederhana namun penuh inspirasi. Di banyak momen atau peristiwa yang terjadi di tengah gereja, ia tak segan turun langsung mendampingi umat hingga di pelosok, mendengarkan keluh kesah mereka, serta memberikan penghiburan dalam situasi sulit.
Bagi rekan-rekan sejawat atau para koleganya, RD Herman adalah saudara yang setia, pendamping yang bijaksana, dan sumber inspirasi semangat dalam perjuangan pastoral. Bagi umat, ia adalah bapa rohani yang tak pernah lelah menyampaikan kasih Tuhan lewat tutur kata dan sikap yang penuh kelembutan hati.
“Romo Herman mewariskan semangat toleransi dalam hidup beragama. Bahkan beliau mengenal secara personal bukan hanya umat Katolik, tapi umat beragama lain juga. Kalau punya waktu senggang, beliau akan mengunjungi umat-umat yang beragama lain di toko-toko atau di manapun beliau dapat berjumpa dengan mereka,” kenang RD Mansuetus Hariman, disapa Romo Mansu, Pastor Paroki Reo yang sering berjumpa dengan mendiang RD Herman dan sering bersama-sama melayani umat di paroki Reo.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Pastor Paroki Katedral Ruteng, RD Andi Latu Batara yang mengenang sosok RD Herman Ando sebagai imam yang penuh cinta dan kasih kepada semua orang. “Romo Herman dekat dengan semua orang dan rendah hati, itulah keteladanan yang mengajak kita semua untuk terus mewariskannya dalam hidup dan karya-karya kita.”
Banyak kenangan indah ditinggalkannya—dalam misa, dalam perjumpaan sederhana, dalam doa-doa bersama, dan dalam perhatian kecil kepada siapa saja yang dijumpainya, satu daya tarik atau magnet yang tak terlupakan : ia murah senyum dan tutur katanya halus. Namun yang paling abadi dalam memori banyak orang adalah warisan-warisan kebaikan yang telah ia tanam dalam hati : semangat pelayanan tanpa pamrih, ketekunan dalam iman, dan ketulusan dalam mengasihi sesama.
Dalam suasana perkabungan atas kepulangnannya ke Rumah Bapa di Surga, umat diajak untuk mengenang RD Herman dalam doa dan juga melanjutkan semangat pelayanannya yang sudah ia rajut semasa hidupnya. Selamat jalan, Romo Herman Ando. Terima kasih atas cinta, doa, dan pengabdianmu untuk Gereja Keuskupan Ruteng. (Sasha Theola)

Comments are closed.