Sheila Kongen May 13, 2019

Dalam rangka Hari Doa Panggilan Sedunia ke-56, sabtu (11/5/2019) SEKAMI Keuskupan Ruteng mengadakan weekend bersama di Paroki Santu Pio Langke Majok. Kegiatan ini diikuti oleh 32 paroki dari Kevikepan Ruteng, Kevikepan Borong, dan Kevikepan Labuan Bajo. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah 1.300 orang.

Rombongan weekend SEKAMI yang diwakili oleh Romo Servulus Juanda selaku Direktur KKI Keuskupan Ruteng dan pimpinan rombongan dari setiap Paroki, diterima dengan tuak curu dan manuk kapu (bermakna menyambut tamu dengan hati yang bersih, tulus, dan ikhlas) oleh Bapak Yeremias Tami selaku Kepala Desa Kole. Acara dilanjutkan dengan pengalungan oleh Kakak Fati selaku Pembina SEKAMI Paroki Santu Pio Langke Majok di Kemah Pelataran Gereja pada pukul 16.00 WITA. Kemudian, ada sapaan singkat, acara, dan pembagian penginapan bagi peserta weekend SEKAMI di enam stasi yang di Paroki tersebut oleh Romo Ardus Noveri.

Para peserta weekend SEKAMI lalu diutus ke komunitas-komunitas basis atau KBG di enam stasi. Mereka disambut dengan reis (bermakna acara penyambutan seorang tuan rumah “ngara sekang”, jika ada tamu ”mekka” yang berkunjung “lambu” ke rumahnya) oleh Ketua dan warga KBG.

Pada malam harinya peserta weekend SEKAMI melakukan doa Rosario dan sharing dengan tema “Keluarga Basis Hidup Panggilan”. Kemudian, dilanjutkan dengan animasi panggilan dan penyerahan cenderamata kepada warga KBG tempat peserta weekend SEKAMI menginap dan kegiatan pada malam hari itu ditutup dengan rekreasi bersama.

Minggu (12/5/2019) diadakan perayaan ekaristi sebagi puncak dari semua kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Hari Doa Panggilan Sedunia ke-56. Perayaan ini dipimpin oleh Romo Gradus Janur selaku Romo Vikep Ruteng dan petugas liturginya adalah peserta weekend SEKAMI. Ada nuansa yang nampak berbeda dalam barisan missioner, yaitu terdapat barisan para anak SEKAMI yang mengenakan pakaian biarawan/ti.

Pada saat homili, Romo Gradus Janur mengatakan, “Panggilan adalah konsep penggembalaan. Oleh karena itu, dibutuhkan kerelaan orang-orang yang percaya untuk berani ambil risiko. Menjawab panggilan Allah berarti siap bekerja sama dengan-Nya sekaligus siap untuk meninggalkan apapun yang membuat kita terikat pada kepentingan egoism diri sendiri. Kita harus percaya pada janji Allah dan harus menjawab panggilan Allah dengan sukacita. Bagi para Pembina, diharapkan untuk jangan pernah putus asa dalam mendampingi anak-anak.”

Lagu Singing I Love You Lord oleh SEKAMI Ekaristi Kudus Ka-Redong pada saat post komuni menggema mengajak para misioner cilik untuk menjawabi panggilan Allah dengan penuh rasa syukur dan sukacita, serta mengajak para biarawan-wati untuk mencintai, menghidupi, dan setia pada panggilan untuk bekerja di lading Tuhan. Kegiatan ini ditutup dengan acara animasi, pentas seni, dan makan siang bersama di pelataran Gereja Paroki Santu Pio Langke Majok.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*