Komsos Ruteng May 11, 2019

Para agen pastoral di Paroki-paroki tidak cukup mengamankan aset-aset Gereja. Mereka perlu mengelola itu sehingga mendatangkan berkat dan keuntungan. Ajakan ini disampaikan oleh Vikep Reo Romo Herman Ando Pr dalam sambutan penutup sesi monitoring pelaksanaan Program Tahun Pelayanan 2019 pada pertemuan pastoral Kevikepan Reo di Paroki Pateng, Kamis (08/092019).

Vikep Reo, Rm Herman Ando Pr
Vikep Reo Rm Herman Ando Pr

“Aset kalau aman saja lalu tidak dikelola, tidak bonafit dan benefit. Bonafit artinya mendapat keuntungan sedangkan benefit mendatangkan berkat. Tidak ada berkat tanpa keuntungan dan tidak ada keuntungan tanpa berkat. Jadi keduanya kait mengait,” kata Romo Herman.

Penataan aset Gereja, terutama tanah, menjadi salah satu program prioritas Keuskupan Ruteng beberapa tahun terakhir. Melalui forum pertemuan pastoral di empat Kevikepan, para agen pastoral di paroki-paroki diharapkan memberi informasi tentang keterlaksanaan program itu.

Ketua Tim Pertanahan Keuskupan Ruteng Rm Marten Jenarut Pr menyatakan penataan aset Gereja itu penting untuk mendapatkan kepastian dan perlindungan hukum.

“Gereja itu juga subjek hukum yang perlu mendapat kepastian dan perlindungan atas tanah-tanah yang dimiliki,” tegas Romo Marten saat ditemui di Kantor Komisi JPIC Keuskupan Ruteng, Sabtu (05/11/2019).

Untuk mendapat perlindungan dan kepastian hukum itu, lanjut Romo Marten, para agen pastoral paroki perlu menginventarisasi aset dan menyiapkan dokumen-dokumen pendukung seperti riwayat perolehan dan dokumen pendukung tentang penguasaan fisik. Selanjutnya mereka berkoordinasi dengan kevikepan dan keuskupan untuk melakukan proses sertifikasi.

“Riwayat perolehan itu contohnya surat penyerahan atau hibah dan dokumen jual beli aset. Data-data tentang penguasaan fisik atas aset itu termasuk dokumen pendukung,” jelas Romo marten.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*