Willy Grasias May 6, 2019

Suasana kota Ruteng menjadi lebih ramai pada Minggu (05/05/2019) kemarin. Tenda tenda pesta berdiri di banyak tempat dengan suara musik yang menggelegar. Sementara jalanan menjadi macet karena banyamnya kendaraan dan orang-orang yang berjalan kaki.

Suasana itu terkait dengan perayaan penerimaan Koomuni Pertama bagi ratusan anak di tiga paroki di ibukota kabupaten Manggarai itu. Sebanyak 354 pejajar menerima Sakramen itu di Paroki Sta Maria Asumpta Katedral, 150 remaja menerimanya di Paroki St. Vitalis Cewonikit, dan 105 anak di Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong. Usai perayaan liturgi di Geteja, keluarga-keluarga peserta penerima Komuni Pertama merayakan pesta syukuran di rumah-rumah mereka.

Istilah komuni akan sering kita dengar apabila kita masuk ke dalam gereja Katolik. Sementara keikutsertaan seseorang dalam sakramen ekaristi untuk pertama kalinya disebut komuni pertama, saat seseorang akan menerima anggur dan roti dalam perayaan Ekaristi untuk kali pertama.

Komuni adalah salah satu bagian penting dalam sakramen ekaristi, bagian ini merupakan bagian inti dimana kita akan menerima Anggur dan Roti Hidup. Makna sakramen ekaristi, diketahui yaitu, anggur dan roti dalam perayaan ekaristi akan diubah menjadi Tubuh dan Darah Yesus. Sehingga ekaristi merupakan sakramen yang sakral karena menyangkut Kristus sendiri.

Ada sejumlah syarat khusus yang harus dipenuhi supaya seseorang dapat ambil bagian dalam perayaan ekaristi. Syarat-syarat itu antara lain seperti dijelaskan oleh Pastor Paroki St. Vitalis Rm Sevulus Juanda Pr jelaskan pada perayaan penerimaan komuni pertama bagi 150 pelajar di Gereja Paroki cewonikit itu.

Pertama, jelas Rm Selus, calon berada dalam Kesatuan Gereja Katolik. Menjadi seorang Katolik dan tergabung dalam kesatuan gereja Katolik merupakan syarat utama yang harus dipenuhi sebelum seseorang menerima komuni pertama. Seperti enam sakramen Katolik lainnya, sebelum seseorang menerima komuni pertama mereka juga harus dibabtis secara Katolik.

Babtisan ini menandakan bahwa dia seorang Katolik dan dia berada di dalam gereja Katolik. Maka dari itu, beberapa hari setelah lahir, bayi akan melakukan babtis, yang disebut babtis bayi. Katolik percaya bahwa sejak lahir manusia sudah membawa dosa asal yang berasal dari dosa Adam dan Hawa, maka dari itu, agar dosa-dosa itu tidak membayangi kehidupan, umat Katolik memberlakukan babtis bayi.

Walaupun ada juga baptis setelah dewasa, mereka yang dewasa dibabtis karena sudah secara jasmani maupun rohani matang. Umat Katolik percaya bahwa babtis dapat menghapuskan dosa dan memberikan keselamatan melalui penebusan Tuhan Yesus Kristus.

Kedua, Usia untuk dapat menerima komuni pertama sebenarnya tidak ditentukan secara pasti. Bahkan sebelumnya, pada masa awal hierarki gereja Katolik, seorang bayi dibabtis dan menerima komuni secara bersamaan. Namun, hal itu dianggap tidak pantas, karena seseorang perlu memahami apa itu sakramen dan maknanya, apalagi sakramen ekaristi menyangkut Tubuh dan Darah Kristus.

” Maka, dalam Kitab Hukum Kanonik (KHK) terdapat ayat yang mengatur perihal penerima komuni, yaitu menganjurkan untuk memastikan bahwa anak tersebut sudah memiliki akal budi dan pemahaman. Dalam KHK 913 § 1 dikatakan bahwa syarat agar seorang anak dapat menerima ekaristi adalah mereka yang telah memiliki pemahaman cukup dan telah dipersiapkan dengan seksama” jelasnya.

Dengan demikian memahami peristiwa Kristus dan dapat menikmati ekaristi dengan iman. ” Kemudian dalam KHK 913 § 2 juga menjelaskan bahwa seseorang juga dapat melaksanakan ekaristi apabila mereka berada dalam bahaya maut dan dapat membedakan Tubuh Kristus dengan makanan biasa, serta dapat menghormati ekaristi. Seperti yang diajarkan Paulus bahwa seseorang yang akan menerima ekaristi harus memiliki kesadaran terhadap apa yang akan disambutnya, yaitu Kristus” lanjutnya.

Namun biasanya, agar tidak ada kerancuan apakah seseorang layak atau tidak, gereja memberlakukan persyaratan umur minimal agar seseorang dapat menerima komuni pada umur 10 tahun.

Selain dalam hal pemahaman, juga terdapat persyaratan lain yang menyangkut dokumen-dokumen calon peserta komuni untuk diserahkan ke gereja.

Mengikuti Persiapan Komuni Pertama
Sebelum menyambut komuni kudus untuk pertama kalinya, anak wajib mengikuti persiapan komuni pertama.

“Gereja di setiap Paroki, pasti mengadakan pembinaan bagi anak-anak yang akan menyambut komuni, yang biasanya disebut katekese. Mereka akan belajar menghafal doa-doa orang Katolik, diperkenalkan dengan penghormatan pada Bunda Maria, menghafal sepuluh perintah Allah, dan lain sebagainya” tutupnya.

1 thought on “Ratusan Anak Menerima Komuni Pertama di Ruteng

  1. Alangkah baik kalau musik yg terlalu besar bunyinya dri kemah syukuran dikurangi volumenya karena jarak loudspeaker dengan telinga orang yg mau mendengar musik biasanya tak jauh.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*