Komsos Ruteng April 9, 2019

Caritas Keuskupan Ruteng menutup posko bantuan darurat untuk bencana alam di kampung Ceko Nobo, Desa Tondong Belang, Kabupaten Manggarai Barat. Penutupan secara resmi ini dilaksanakan dalam perayaan Ekaristi bersama umat, Minggu (07/04/2019).

Dalam sambutannya, Direktur Caritas Keuskupan Ruteng menyatakan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama dalam menangani bencana khususnya di wilayah Ceko Nobo dan sekitarnya.

“Mulai dari pengurus Posko yang menjadi perpanjangan tangan Caritas Keuskupan dalam menyalurkan bantuan. Terima kasih juga kepada pemerintah setempat yang juga terlibat langsung dalam penanganan bencana,” ungkap Romo Yuvens.

Bantuan yang selama ini disalurkan, lanjut dia, dikumpulkan oleh umat dan lembaga-lembaga melalui paroki dan Keuskupan. Caritas menyalurkan bantuan-bantuan itu kepada para korban bencana.

“Kami ini utusan dari umat di 87 paroki di Keuskupan Ruteng. Kami hadir dan mereka yang mendukung dari belakang,” kata direktur Caritas Keuskupan itu.

Pada kesempatan yang sama, staf pelaksana program penanggulangan bencana pada Caritas Keuskupan Ruteng Heri Gesing menjelaskan secara menyeluruh tahap-tahap penanganan bencana alam kepada umat yang hadir. Dikatakannya, penanganan bencana terdiri atas empat tahap yaitu darurat, pemulihan, Pengurangan Risiko Bencana (PRB), dan Siaga Bencana. Karena itu, penutupan posko bantuan darurat tidak berarti penanganan bencana yang terjadi di wilayah Manggarai Barat sudah selesai.

“Kehadiran kami tidak hanya pada darurat. Kami akan datang lagi dan Kita perlu duduk bersama untuk membicarakan apa yang akan dilakukan, siapa yang terlibat, kapan dan di mana kegiatan akan dilakukan. Kita mulai dengan pemulihan,” jelas Heri.

Ucapan Terima kasih

Tua Golo Beo Nobo Maksi Hambur

Tua Golo Nobo Maksi Hambur menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gereja dan para relawan yang telah membantu masyarakat melewati hari-hari sulit sejak bencana terjadi. Terima kasih terutama ia sampaikan kepada bapak Rofinus yang menyediakan rumah sebagai posko darurat dan Caritas yang menyalurkan berbagai bantuan.

“Tanpa bapak Rofinus dan Romo Yuvens yang mewakili Caritas Keuskupan, sulit dibayangkan bagaimana kami melalui hari-hari ini. Olehnya, mewakili warga beo Nobop, saya mengucapkan terima kasih,” ungkap Maksi dalam sambutan pada penutupan Posko.

Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Kepala Desa Tondong Belang Fransiskus S. Vedi. Bencana alam yang terjadi, ungkap dia, menggoncangkan kehidupan masyarakat mulai dari ekonomi hingga rohani. Dan di tengah situasi itu, kehadiran Gereja menyadarkan masyarakat akan penyertaan Tuhan dalam banyak cara.

Kepala Desa Tondong Belang Fransiskus S. Vedi

“Kehadiran romo-romo, kami merasakan Tuhan itu ada. Tuhan itu hadir. dan kami bisa mengalami itu melalui para romo dan semua pihak lain yang memberi bantuan sehingga kami bisa bertahan dan menghirup udara yang segar,” ungkap Fransiskus yang juga tinggal di wilayah terkena bencana itu.

Ditemui di Rumah Keuskupan Ruteng, Vikjen Keuskupan Ruteng Rm Alfons Segar Pr menyampaikan apresiasi kepada paroki-paroki dan pusat pastoral yang mengoordinasi pengumpulan dan penyaluran bantuan bagi korban bencana. Banyaknya umat dan paroki yang terlibat dalam pengumpulan bantuan itu menunjukkan tingginya semangat pelayanan yang menjadi fokus karya pastoral pada tahun ini.

Vikjen Keuskupan Ruteng Rm Alfons Segar Pr

“Semoga keluarga-keluarga yang dibantu merasa diperhatikan dan dibantu serta mendapat kekuatan berkat dari Tuhan. Walaupun Posko bantuan bencana alam ditutup. Namun sangat diharapkan kita tetap memiliki kepedulian dan perhatian terhadap sesama, terutama mereka yang megalami kesulitan, penderitaan, tantangan dalam hidup. Terutama di tahun pelayanan ini, kiranya kita sungguh-sungguh memperlihatkan kepedulian, perhatian dan pelayanan kepada mereka yang sangat membutuhkan bantuan,” jelas Vikjen Romo Alfons, Sabtu (06/04/2019)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*