Komsos Ruteng March 31, 2019

Berikut adalah Pedoman pelaksanaan Puasa dan Pantang sebagaimana terlampir dalam Surat Gembala Prapaskah 2019 Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng Mgr Silvester San

1. Hari dan waktu tobat dalam Gereja Katolik adalah setiap hari Jumat sepanjang tahun dan selama 40 hari masa Prapaskah (Kan. 1250).

2. Semua orang beriman Katolik wajib melakukan tobat demi hukum ilahi (artinya sesuai perintah Allah sendiri). Maka pada masa tobat tersebut, kita hendaknya secara khusus meluangkan waktu untuk berdoa secara lebih intensif, menjalankan ibadat dan karya amal kasih, menyangkal diri dengan cara melaksanakan kewajiban-kewajiban dengan kasih setia, terutama dengan berpuasa dan berpantang (Kan. 1249). Pantang makan daging dan makanan lainnya seturut kebiasaan hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, terkecuali hari Jumat itu jatuh bertepatan dengan suatu hari raya dalam Gereja (Kan. 1251).

3. Kita berpantang dan berpuasa pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung dalam Pekan Suci. Pada hari Jumat lainnya dalam masa Prapaskah ini kita hanya berpantang (Kan. 1251) meskipun puasa dianjurkan.

4. Yang diwajibkan berpuasa adalah semua orang yang telah berusia dewasa (genap 18 tahun) hingga awal tahun ke 60 (Kan 1252). Puasa berarti makan kenyang hanya sekali dalam sehari untuk tujuan-tujuan rohani dan amal.

5. Yang diwajibkan berpantang adalah semua orang yang telah berusia genap 14 tahun ke atas (Kan. 1252). Pantang berarti meninggalkan makanan tertentu atau kebiasaan-kebiasaan tertentu demi tujuan-tujuan rohani dan amal.

Selamat Merayakan Pesta Paskah 2019. Tuhan memberkati kita.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*