Pank Nudan March 26, 2019

Administator Apostolik keuskupan Ruteng, Mgr Silveter San bertemu dan berbincang-bincang dengan segenap calon imam atau frater untuk Keuskupan Ruteng di Aula St. Petrus Ritapiret, Jumat (22/03/ 2019). Pertemuan ini berlangsung setelah Mgr Silvester San selesai mengikuti pertemuan para uskup segrejawi Ende yang diselenggarakan di Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret.

Ini merupakan kali pertama bagi Uskup Silvester San bertatap muka dengan para frater Keuskupan Ruteng sejak ditunjuk sebagai Administrator Apostolik keuskupan itu pada akhir 2017 silam. Ia pun menjelaskan kepada para calon imam itu tugas sebagai administrator apostolik.

“Saya menerima tugas ini karena ketaatan,” ungkap Uskup San.

Kemudian, Uskup Silvester menyampaikan berbagai informasi seputar situasi pastoral di keuskupan Ruteng. Di antaranya, dia menyampaikan program pastoral keuskupan Ruteng, baik pelaksanaan program tahun persekutuan tahun 2018 yang lalu maupun pelaksanaan program tahun pelayanan di tahun 2019 yang sementara berjalan saat ini.

“Sekarang ini kita sedang menjalankan program tahun diakonia (pelayanan) dan para frater sekalian harus tahu tentang ini. Diakonia adalah sesuatu yang sangat terikat kuat dengan pastoral gereja. Dan misi pelayanan ini mengikuti misi pelayanan Yesus sendiri yakni dalam hal pembebasan dan pemberdayaan gereja,” tambahnya.

Berkaitan dengan model pelayanan yang dijalankan, Mgr Silverter San menginformasikan kepada para frater bahwa model diakonia yang sedang dijalankan saat ini tampak dalam dua model yakni model diakonia karitatif dan model diakonia transformatif. Keduanya harus dijalankan secara seimbang.

j

Mendoakan Uskup Baru

Uskup San menyadari bahwa tugas menggembalakan dua keuskupan sangatlah berat. Karena itu, ia mengajak para frater untuk mendoakan agar uskup baru segera terpilih.

“Kamu sekalian doa supaya uskup Ruteng yang baru segera terpilih. Memang prosesnya sedang berjalan selama ini. Akan tetapi, kamu berdoa supaya prosesnya cepat rampung,” lanjutnya.

Beliau mengungkapkan beratnya tugas yang harus diemban karena wilayah yang luas. Dalam menjalankan tugasnya sebagai administrator, Mgr Silvester San sudah mengunjungi beberapa paroki di keuskupan Ruteng, di empat kevikepan. Dalam tugas kegembalaannya itu, Mgr San berkesan bahwa gereja keuskupan Ruteng begitu kuat sampai saat ini, terutama kehidupan iman umatnya dan para agen pastoral, meskipun belum ada uskup baru.

Informasi Seputar Fratres Dioses Ruteng

Acara tatap muka dan sharing dengan Mgr San ditutup dengan laporan mengenai situasi terakhir jumlah para frater dioses Ruteng yang disampaikan oleh ketua para frater keuskupan Ruteng, Fr. Aris Haseng.

Jumlah para frater keuskupan Ruteng yang sedang belajar di Seminari Tinggi St. Petrus Maumere saat ini adalah 105 orang, dengan rincian frater TOR ada 16 orang, tingkat 1 ada 17 orang, tingkat II ada 23 orang, tingkat III ada 21 orang, tingkat IV ada 11 orang, tingkat V ada 11 orang dan tingkat V ada 6 orang.

Selain itu, sebanyak 21 frater sedang menjalankan TOP atau praktek pastoral. Mereka menjalani masa praktik dua tahun di paroki-paroki dan lembaga-lembaga pendidikan di luar seminari. Dengan demikian, jumlah keseluruhan para Frater Keuskupan Ruteng saat ini adalah sebanyak 126 orang.

Di Seminari Tinggi Ritapiret, jumlah frater Keuskupan Ruteng merupakan kelompok terbanyak dibanding dengan para frater dari keuskupan lain. Jumlah ini mengalami peningkatan yang signifikan bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*