Komsos Ruteng March 24, 2019

Pemahaman dasar tentang Kitab Suci perlu bukan hanya bagi para imam dan biarawan-biarawati tetapi juga bagi para agen pastoral awam. Dengan pemahaman dasar itu, mereka diharapkan dapat menggali inspirasi Kitab Suci bagi karya pastoral khususnya di bidang pelayanan atau diakonia yang menjadi fokus karya pastoral pada 2019. Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Ruteng P Yosef Masan Toron SVD menyatakan ini usai membawakan materi tentang Injil Lukas dalam TOT kepemimpinan dalam rangka Tahun Pelayanan di Pusat Pastoral Keuskupan Ruteng, Sabtu (23/03/2019).

“Injil Lukas ini memberi inspirasi kepada pemimpin-pemimpin kita ini supaya mereka mengimplementasikan Tahun pelayanan dalam semangat Injil,” Kata Pater Yosef.

Injil Lukas, kata propinsial SVD Ruteng itu, dipilih sebagai bahan pelajaran karena kekayaan materinya yang berkaitan dengan karya pelayanan atau diakonia. Salah satu pesan yang sangat kuat di dalamnya yaitu perhatian kepada orang-orang yang terpinggirkan atau tersisihkan.

“Dengan memberi masukan tentang Injil Lukas ini, kita mendapat inspirasi. Seperti Yesus dalam Injil Lukas memberi perhatian kepada kelompok orang-orang kecil, demikian pula kita dalam gerakan Tahun Pelayanan ini memberikan fokus pada mereka yang kecil dan sederhana serta belum mendapat perhatian dalam karya pelayanan kita,” jelas Pater Yosef.

Sebagaimana program tahun pelayanan, lanjut dia, ada dua target yang mau dicapai dalam proses belajar Kitab Suci khususnya Injil Lukas. Pertama, peserta mampu menggali inspirasi Kitab Suci untuk menggerakkan semangat umat agar terlibat dalam pelayanan-pelayanan karitatif. Dengan membaca teks Injil, berpedoman pada contoh yang diberikan oleh Yesus, umat bisa digerakkan untuk terlibat dalam aneka gerakan karitatif. Artinya membantu umat yang mengalami kesulitan mengatasi masalah.

Target berikutnya, dengan mempelajari Injil Lukas, umat kita tidak hanya digerakkan untuk terlibat dalam pelayanan karitatif, tetapi lebih jauh dari itu juga terlibat dalam pelayanan transformatif. Artinya, dengan spirit Injil Lukas ini, umat kita digerakkan untuk membuat pelayanan-pelayanan perubahan yang berdampak pada dimensi-dimensi hidup lain.

“Jadi, selain karitatif, diharapkan transformasi dilakukan dalam bidang-bidang hidup lain,” kata P Yosef SVD.

Kursus Bertahap Bagi Kader Awam

Dalam beberapa tahun terakhir, Pusat Pastoral melaksanakan pelatihan kepemimpinan bagi kader awam utusan dari paroki-paroki se-Keuskupan Ruteng. Satu sesi dalam setiap pelatihan itu, disediakan untuk mempelajari Kitab Suci, khususnya Kitab-Kitab Injil.

Pater Yosef Masan Toron menjelaskan, setiap tahun para peserta diberikan materi dsri Injil berbeda. Dengan demikian, tiga Injil Sinoptik telah dibahas dalam pelatihan sampai dengan tahun ketiga.

“Tahun pertama, liturgi, kita telah membahas Injil Matius. Pada Tahun Persekutuan, kita mempelajari Injil Markus. Ini tahun ketiga, tahun pelayanan, kita omong tentang Lukas,” kata Pater Yosef.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*